

InNalar.com – Intermitten fasting merupakan salah satu metode diet dengan cara membatasi asupan makanan hingga 20-25%.
Diet dengan metode ini biasanya hanya diperbolehkan makan dalam kurun waktu tertentu. dr Zaidul Akbar turut memberikan pendapat tentang diet ini.
Seperti contoh makan dalam waktu 6 jam dan berpuasa selama 18 jam. Intermitten fasting bekerja agar otak dapat mengendalikan rasa lapar.
Baca Juga: Pernikahan Auto Langgeng, Ikuti Rumus dari Buya Yahya Ini Agar Rumah Tangga Indah dan Bahagia
Tapi banyak juga yang sudah melakukan intermitten fasting tapi berat badan masih stuck.
Dr Zaidul Akbar mengungkapkan minuman yang dapat membantu diet intermitten fasting.
Ketika dalam waktu diperbolehkan makan biasanya orang yang sedang intermitten fasting makan apa saja yang ingin dimakan.
Tanpa memperhatikan makanan yang dimakan, tidak diketahui gizi yang masuk dalam tubuh. Sehingga proses intermitten fasting tidak bekerja dengan semestinya.
Banyak cara untuk memaksimalkan intermitten fasting, seperti menghitung jumlah kalori yang masuk hingga memperbanyak aktivitas fisik.
Namun, ternyata dr Zaidul Akbar memberi tahu cara cepat agar diet intermitten fasting ini sukses.
Baca Juga: Aksi Polri Berantas Mafia Bola: 6 Tersangka Terlibat Pengaturan Skor di Liga 2 Berhasil Diciduk
Caranya adalah dengan meminum-minuman teh hijau, mengonsumsi teh hijau dapat membantu melancarkan proses pencernaan makanan.
Hal ini bagus untuk metabolisme tubuh dan membantu proses penurunan berat badan.
Selain mengonsumsi teh hijau, meminum kopi pahit dan makan-makanan rendah kalori dapat membantu diet intermitten fasting.
Ketika sudah melakukan intermitten fasting dan mengonsumsi makanan dan minuman di atas, maka akan menjadi mesin penghancur lemak.
“20 jam kemudian akan menjadi mesin penghancur lemak luar biasa,” jelas dr Zaidul Akbar
Intermitten fasting juga disarankan dalam agama Islam. Ada banyak durasi intermitten fasting yang dapat dilakukan bagi pemula.
“Salah satu cara membersihkan badan itu dengan melaparkan diri,” tambah dr Zaidul Akbar.*** Erlinda Wahyuningtyas