

inNalar.com – PT PLN (Persero) terus menunjukkan keseriusannya dalam mendorong transisi energi hijau di Indonesia.
Kali ini, melalui kerjasama dengan ACWA Power, perusahaan energi asal Arab Saudi, PLN memulai megaproyek pembangunan (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) PLTS Terapung Saguling di Jawa Barat.
Megaproyek ambisius PLTS Terapung di Jawa Barat ini digadang-gadang akan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia, dengan total kapasitas hingga 92 Megawatt peak (MWp).
Baca Juga: Terbesar ke-2 Indonesia, PLN Gaet Hongkong Bangun PLTS Terapung di Malang: Produksi Listrik 218 GWh!
Dalam proyek besar ini, ACWA Power menggelontorkan dana sebesar Rp1,15 triliun.
Dana tersebut akan dialokasikan untuk membangun pembangkit listrik yang dikerjakan oleh PT Indo ACWA Tenaga Saguling, sebuah perusahaan joint venture antara PLN dan ACWA Power.
Menurut Rudolf Rinaldo Aritonang, Presiden Direktur PT Indo ACWA Tenaga Saguling, ini baru tahap awal.
Ia mengungkapkan bahwa ke depan, ACWA Power akan terus menjalin kerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara untuk deretan megaproyek energi terbarukan yang lebih besar lagi.
Megaproyek pembangunan PLTS Terapung di Jawa Barat ini ditargetkan akan selesai pada Juni 2026.
Proyek ini diharapkan mampu menjawab tantangan global terkait pemanasan bumi yang semakin kritis dan juga menjadi solusi atas terbatasnya lahan untuk pembangunan pembangkit listrik darat.
Dengan semakin meningkatnya konsumsi listrik rumah tangga, PLTS Terapung Saguling diharapkan dapat menjadi penyokong utama kebutuhan listrik di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa kerjasama strategis dengan Arab Saudi melalui ACWA Power merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam merespons isu global, khususnya pemanasan global.
“ACWA Power saat ini telah memiliki Portofolio dalam pembangkit listrik sejumlah 43 GW, di mana hampir 15,5 GW (36% dari total portofolio) adalah pembangkit listrik EBT,” dikutip dari PLN.
Darmawan mengatakan bahwa meproyek ini merupakan salah satu langkah nyata perusahaan kelistrikan nasional untuk mengurangi emisi karbon dan mendukung transisi energi bersih.
Baca Juga: Rencana Pemekaran Kabupaten Bandung Barat, Dua Kecamatan di Jawa Barat Ditarik ke Kota Baru
Rencananya, PLTS Terapung kebanggaan Jawa Barat yang baru ini akan memanfaatkan 1,69 persen dari total luas permukaan Waduk Saguling untuk instalasi panel surya terapung.
Energi yang dihasilkan dari PLTS ini akan disalurkan melalui interkoneksi 150 kV ke sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali).
Selain memberikan pasokan listrik yang bersih dan ramah lingkungan, pembangunan PLTS Terapung ini juga diharapkan mampu membantu Indonesia dalam menekan laju perubahan iklim.
Baca Juga: 5 Kecamatan Menyatu, Kabupaten Deli Serdang Akan Bentuk Daerah Baru Seluas 670 KM Persegi
Edwin Nugraha Putra, Direktur Utama PLN Indonesia Power, menyatakan bahwa aksi korporasi ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Ia berharap bahwa PLTS Saguling bisa menjadi tonggak penting dalam langkah kita untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Dengan kapasitas 92 MWp, PLTS Terapung Saguling tidak hanya akan memperkuat sistem kelistrikan di Jawa Barat, tetapi juga berkontribusi dalam stabilitas pasokan listrik di seluruh Pulau Jawa, Madura, dan Bali. Ini juga sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan bauran energi terbarukan.
Sebagai proyek energi terbarukan yang memanfaatkan waduk sebagai lokasi pembangkit, PLTS ini menjadi solusi inovatif atas terbatasnya lahan darat yang biasanya dibutuhkan untuk pembangkit listrik konvensional.
Baca Juga: Tak Melulu Lewat Jalan Tol, Pelabuhan Patimban Bakal Bisa Diakses Jalur Kereta Api, Beneran?
Dengan target rampung pada tahun 2026, PLTS Terapung Saguling diharapkan akan menjadi salah satu proyek energi terbarukan yang berperan penting dalam mendukung Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi