Didukung AS dan Eropa, Israel Punya Megaproyek Tandingan Terusan Suez Mesir Senilai 55 Miliar USD, Ada Hubungannya Dengan Serangan Gaza?

inNalar.com – Pertumbuhan pendapatan Mesir dari sektor pengelolaan Terusan Suez rupanya memantik ambisi negeri zionis untuk menjadi pesaingnya.

Megaproyek Israel ini bakal dibangun sebagai rute alternatif kanal satunya yang hingga kini menjadi jalur utama angkut barang Asia-Eropa.

Proyek besar ini memang semakin berbinar bagi zionis setelah melihat raupan pendapatan pengelolaan Kanal Suez yang sempat cetak rekor US$ 9,4 miliar pada tahun 2023.

Baca Juga: Aktris Kim Yoo Jung Memberikan Donasi 100 Juta Won untuk Biaya Pengobatan Pasien Kanker Anak

Apabila konstruksi benar-benar terealisasikan, nama kanal tandingan tersebut adalah Terusan Ben Gurion.

Untuk merealisasikan jalur tandingan ini, estimasi nilai investasi berkisar US$ 16 miliar – US$ 55 miliar.

Megaproyek Terusan Ben Gurion ini sebenarnya telah digagas Israel sejak lama, yakni pada tahun 1960-an.

Baca Juga: Hyun Bin Tengah Dalam Pembicaraan dengan Jung Woo Sung untuk Membintangi Drama Sejarah Modern

Proyek ambisius ini kembali dipertegas pada 2 April 2021 dan rute perairan yang diambil bermula dari Pelabuhan Eliot.

Pelabuhan Eliot tersebut posisinya berada di bagian selatan Teluk Aqaba, tepatnya berada di antara Israel dan Yordania.

Lalu menyusuri Lembah Arabah hingga menuju arah barat sebelum Laut Mati.

Baca Juga: Menelan Dana Sebesar Rp1,1 Triliun, Bendungan di Aceh Ini Dicoret dari PSN, Dampaknya…

Kemudian jalur kanal menyusuri lembah Pegunungan Negev dan berakhir titik ujungnya sebelum Laut Tengah, yakni menuju utara Jalur Gaza.

Nantinya, Terusan Ben Gurion akan menghubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania.

Selintas proyek ini hanya sebatas ambisi zionis menandingi keperkasaan Terusan Suez Mesir.

Baca Juga: Perdana Menteri Israel Netanyahu Tolak Pembentukan Negara Palestina Sepihak setelah Seruan Biden

Rute tersebut kemudian menjadi spekulasi nyata bagi publik mengenai ambisi kuat serangan tentara Israel kepada warga Gaza, Palestina.

Pengusiran warga dari Jalur Gaza memperlihatkan bahwa upaya penyerangan tersebut menjadi bagian strategis dari rencana perwujudan proyek ini.

Melansir dari Modern Diplomacy, banyak pihak kemudian mengaitkan ambisi proyek ini dengan serangan zionis terhadap Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Baca Juga: Peras Anggaran Senilai Rp1,1 Miliar, Proyek Bendungan di Aceh Ini Gusur 200 KK, Bagaimana Nasibnya?

Dalam mewujudkan proyek ini, Israel mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.

Proyek besar ini kembali mencuat usai kejadian kapal kontainer Ever Given yang badannya setara Empire State Building di New York kandas selama seminggu.

Kejadian tersebut telah menyebabkan antrian setidaknya sejumlah 370 kapal, sehingga setidaknya nilai kerugian pun ditaksir mencapai lebih dari US$ 9 miliar.***

Rekomendasi