Diduga Minder Terhadap Bahasa Inggris, Jeong Yoo Jeong Membunuh Guru Les melalui Aplikasi Kerja Part Time

inNalar.com – Kasus pembunuhan kembali terjadi di Korea Selatan membuat banyak warga Indonesia memberikan atensi penuh dan merasakan iba terhadap korban. Diketahui pelaku pembunuhan adalah seorang gadis berusia 23 tahun dan membunuh korban yang usianya tidak berbeda jauh dengannya (usia 20-an). 

Pelaku bernama Jeong Yoo Jeong, gadis kelahiran 1999 ini tinggal di Busan, Korea Selatan. Jeong Yoo Jeong adalah anak yang pendiam dan tidak suka bersosialiasi dengan banyak orang. 

Jeong Yoo Jeong dikenal sebagai anak lulusan SMA saja. Setelah lulus, ia tidak memiliki pekerjaan dan hanya menganggur di rumah. Bahkan ia juga tidak melanjutkan pendidikan ke universitas. 

Baca Juga: Gagal Mediasi, Inara Rusli dan Virgoun Sama-sama Akan Memperjuangkan Hak Asuh Anak

Menurut informasi dari Mas Hansol (Youtube/Korea Reomit), menjelaskan bahwa awal mula kasus berawal dari Jeong Yoo Jeong yang mengakses aplikasi kerja part time pada tanggal 26 Mei 2023. 

Aplikasi kerja part time yang dimaksud adalah pekerjaan untuk di cafe, restoran, supermarket , dan les guru privat. Aplikasi tersebut tidak hanya untuk pencari kerja, namun disediakan untuk pihak yang memberikan pekerjaan.

Jeong Yoo Jeong mencari mangsanya dengan mendaftar dan menyamar menjadi orangtua yang sedang mencari guru les bahasa inggris untuk anak usia kelas 3 SMP. 

Baca Juga: Seorang Mahasiswa Asal Maluku Tewas Usai Hanyut di Sungai Rusia, Begini Kronologinya

Di aplikasi tersebut, Jeong Yoo Jeong mendapatkan seorang guru yang sesuai dengan targetnya. Ketika sudah mendapat target, hal yang dilakukannya adalah membeli seragam SMP.

Jeong Yoo Jeong diduga melakukan ini untuk menutup identitasnya. Dengan tubuh pendek yang dimilikinya (sekitar 150cm), Jeong Yoo Jeong yang berumur 23 tahun ini menyamar menjadi siswa kelas 3 SMP. 

Jeong Yoo Jeong dipastikan melakukan pembunuhan di tempat tinggal guru lesnya. Setelah melakukan pembunuhan, Jeong Yoo Jeong pulang ke rumahnya dengan membawa sebuah koper yang biasanya digunakan untuk perjalanan.

Baca Juga: Lengkap! Jadwal Promosi Lagu ‘SEVEN’ Jungkook BTS di Bulan Juli 2023, ARMY: Bentar Tarik Nafas Dulu

Setelah membawa koper, tujuan utamanya adalah kembali ke kediaman guru les bahasa inggris yang sudah meninggal itu. 

Tertangkap kamera CCTV, Jeong Yoo Jeong terlihat menggeret koper kosong itu dengan gembira menuju kediaman korban. Menurut informasi berita, mayat yang sudah dibunuh sudah dalam keadaan ‘rusak’. Mayat tersebut dibawa Jeong Yoo Jeong ke dalam koper dan dibawanya menuju sungai Nakdong dengan menggunakan taxi. 

Melihat pergerakan Jeong Yoo Jeong yang aneh, membuat supir taksi merasa aneh. Terlebih lagi supir taxi itu melihat bercak darah yang ada pada koper Jeong Yoo Jeong. Merasa ada kejanggalan, supir taxi tersebut segera menelepon polisi dan Jeong Yoo Jeong berhasil ditangkap dalam waktu singkat. 

Setelah Jeong Yoo Jeong tertangkap, ia mengaku bahwa melakukan pembunuhan karena dasar rasa ‘marah’. Menurut Mas Hansol “Hukuman untuk pembunuhan berencana dan pembunuhan atas dasar marah itu memiliki masa hukuman yang berbeda. Pembunuhan berencana memiliki hukuman paling berat, tetapi kalau pembunuhan atas dasar marah itu lebih sedikit ringan”, jelasnya.

Belum ada alasan pasti motif dari pembunuhan yang dilakukan Jeong Yoo Jeong. Jeong Yoo Jeong sendiri mengaku melakukan pembunuhan setelah melihat program TV yang dilihatnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembunuhan oleh Jeong Yoo Jeong ini termasuk ke dalam pembunuhan berencana. 

Menurut hasil pengamatan investigasi, Jeong Yoo Jeong diduga mengaku depresi dengan bahasa inggris. Dia merasa minder karena kemampuan bahasa inggrisnya hanya selevel dengan anak SMP, dan hal tersebut menghambatnya untuk mendapatkan pekerjaan. ***

(Amalia Dwi)

 

Rekomendasi