Diduga Gunduli 916 Hektar Hutan Lindung, PT Toba Pulp Lestari Tbk Alami Peningkatan Aset Signifikan pada Triwulan III 2023

inNalar.com – Areal konsensi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan HTI PT Toba Pulp Lestari Tbk atau INRU diduga telah digunduli.

Diketahui bahwa area yang tampak gundul tersebut merupakan hutan lindung.

Tak hanya di area hutan lindung tersebut, penebangan hutan juga terjadi di wilayah Kabupaten Samosir.

Baca Juga: Ekspor Ambles 37,9 Persen, ANTAM Fokuskan Bauksit ke Pabrik Chemical Grade Alumina Terbesar se-ASEAN di Tayan Kalimantan Barat

Tepatnya berada di Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, penebangan eukaliptus di lahan berstatus hutan lindung.

Bahkan area penebangan tersebu lebih luas terjadi di Kabupaten Samosir.

Pelaku penebangan eukaliptus tersebu juga diduga perusahaan yang sama yakni PT Toba Pulp Lestari Tbk.

Baca Juga: Keluarkan Rp547 Miliar! Gedung di IKN Kalimantan Timur Berkonsep Smart City Akhirnya Dibangun, Rampung Tahun…

Sepanjang tahun 2023, perusahaan ini telah melakukan penebangan tanaman eukaliptus di dalam areal izinnya seluas 3.713 hektare.

Penebangan tersebut dengan rincian 3.599 hektare di lahan berstatus kawasan hutan.

Sementara itu, 115 hektare sisanya di lahan berstatus areal penggunaan lain.

Baca Juga: Dapat Reward Dana Rp10 Miliar dari Pemprov Sumbar, Pemkab Tanah Datar Bersiap Perbaiki Jalan Rusak

Sejumlah lahan seluas 916 hektare di antaranya dilakukan di dalam kawasan hutan dengan fungsi atau hutan lindung.

Sebagai informasi, penebangan pada hutan lindung merupakan kegiatan yang menyalahi aturan.

Hal tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

Baca Juga: Pertama di RI, Rp17 Triliun Bakal Dikucurkan Buat Bangun Reaktor Nuklir di Bangka Belitung, Kapan Beroperasi?

Disebutkan bahwa pemanfaatan dan pengelolaan hutan lindung tidak boleh merusak lingkungan dan mengubah fungsi utamanya.

Telah menggunduli ratusan hektar hutan lindung, diketahui bahwa jumlah aset perusahaan ini alami kenaikan.

Diketahui jumlah aset lancar perseroan ini mencapai 72,6 juta USD atau setara dengan Rp1,1 triliun, dikutip dari IDX.

Baca Juga: Kinerja Ekspor Terjun 80,5 Persen, Cita Mineral Investindo Tumpukan Suplai Bauksit ke Smelter Grade Alumina Refinery di Ketapang Kalimantan Barat

Sementara itu besaran aset tidak lancarnya mencapai 408,9 juta USD atau setara dengan Rp6,4 triliun.

Secara keseluruhan jumlah aset PT Toba Pulp Lestari Tbk mencapai 481,6 juta USD atau setara dengan Rp7,5 triliun.

Angka tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah aset perusahaan pada tahun lalu yakni sebesar 467,8 juta USD atau setara dengan Rp7,3 triliun.***

 

Rekomendasi