

inNalar.com – Di Jawa Timur, sebuah jembatan dengan desain unik berbentuk huruf “Y” berdiri kokoh membelah Sungai Brantas.
Infrastruktur ini menjadi solusi penting untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di sekitarnya.
Dirancang dengan konstruksi yang kuat, jembatan unik ini diproyeksikan mampu bertahan hingga 50 tahun dan mempermudah akses bagi ribuan kendaraan setiap harinya.
Baca Juga: Pemerintah Kebut Pembangunan Tol IKN, Sisi Balikpapan Ditargetkan Bakal Rampung Akhir 2024
Infrastruktur tersebut dinamakan Ploso, terletak di atas sungai brantas, kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur.
Arsitektur Jembatan Ploso
Jalan layang dengan desain ikonik berbentuk huruf “Y” ini membentang sepanjang 1.271 meter di atas Sungai Brantas.
Proyek infrastruktur ini menghubungkan wilayah penting yang dirancang untuk mengurai kemacetan dengan arus lalu lintas dari tiga arah, yaitu Mojokerto, Lamongan, dan Jombang.
Strukturnya yang bercabang “Y” ini juga memiliki lebar lajur 7 meter serta trotoar di kedua sisi selebar 0,8 meter untuk pejalan kaki.
Sementara, dilansir InNalar.com dari laman resmi Pemkab Jombang, pembangunan Ploso baru ini dilakukan dalam 463 hari, dimulai pada September 2020 dan selesai pada Desember 2021.
Pembiayaannya menggunakan dana APBN sebesar Rp137,7 miliar dengan kontraktor pelaksana PT Waskita Karya (Persero) Tbk, yang dipantau langsung oleh Kementerian PUPR.
Konstruksi jembatan diperkirakan bertahan hingga 50 tahun, terdiri dari empat abutmen dan 13 pilar, dilengkapi sistem drainase untuk mencegah genangan saat hujan.
Infrastruktur berbentuk unik ini juga dibangun sekitar 500 meter dari jalan layang lama yang sudah tidak mampu menampung volume kendaraan yang meningkat setiap tahunnya.
Kabar Terbaru Tentang Jembatan Ploso
Meski dirancang untuk bertahan hingga 50 tahun, jalan layang baru menghadapi sejumlah tantangan. Pada 2024.
Menurut sejumlah laporan, beberapa rambu lalu lintas di sekitar jembatan rusak karena tertabrak kendaraan besar.
Baca Juga: Inovasi Mutakhir Bernilai Rp 3 Triliun di NTT, Ada Jembatan Bisa Jadi Pembangkit Listrik Daerah?
Posisi rambu-rambu yang dipasang di tengah separator jalan sering tersangkut pada bak kendaraan, terutama pada bagian jalan yang menyempit.
Pemkab Jombang telah melaporkan masalah ini ke pemerintah provinsi untuk penanganan lebih lanjut, namun masalah ini terus berulang.
Selain itu, kondisi lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jembatan, khususnya di Desa Rejoagung, padam sehingga membuat jembatan menjadi gelap di malam hari.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan risiko kecelakaan di jalur yang selalu ramai kendaraan.
Koordinator UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Mojokerto dari Dinas PU Bina Marga Jawa Timur menyebutkan bahwa pihaknya sudah menyampaikan masalah ini kepada dinas terkait.
Namun hingga kini perbaikan belum tuntas dan kendala tersebut masih dirasakan masyarakat, terutama warga setempat yang biasa melewati Jembatan Ploso. *** (Gita Yulia)