

inNalar.com – Proyek Mass Rapid Transit (MRT) yang bakal menghubungkan wilayah Tangerang – Bekasi akhirnya memasuki tahap baru.
Komitmen investor Jepang untuk mendanai Proyek MRT Rute Balaraja – Cikarang akan segera ditindaklanjuti oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menteri Airlangga Hartarto mengungkap bahwa pihaknya akan segera menerbitkan Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) khusus untuk proyek transportasi modern east – west.
Rencananya permenko tersebut akan menjadi dasar penguat bagi perjanjian pendanaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) yang akan diterbitkan pada Maret 2024.
Jadi pengerjaaan Mass Rapid Transit East – West akan dilaksanakan dalam dua tahapan.
Tahapan yang pertama, rute jalurnya akan terhubung dari Kembangan – Medan Satria dengan lintasannya sepanjang 39,3 kilometer.
Tahapan yang kedua, rute jalurnya akan terbagi menjadi dua sisi, yakni dari Kembangan – Balaraja dan Medan Satria – Cikarang.
Panjang lintasan jalur MRT rute tahap kedua ini totalnya mencapai 50,4 kilometer.
Apabila proyek tahap pertama berhasil terealisasi, maka impact-nya akan sangat berperan besar dalam mengurai permasalahan kemacetan di sepanjang rute tersebut.
Dapat dikatakan Proyek MRT Balaraja – Cikarang ini sudah semakin mantap perkembangannya.
Terkait pendanaan infrastruktur ini, JICA berkomitmen untuk membiayai proyek ini hingga 3 miliar USD.
Sederet pemangku kepentingan diketahui akan terlibat dalam proyek ini guna mengakselerasi penyelesaiannya.
Mulai dari Kementerian Perhubungan yang akan berperan sebagai executing agency, Pemprov DKI Jakarta juga turut menjadi implementing agency.
Adapun delegasi pelaksana proyek ini akan diserahkan kepada PT MRT Jakarta. Sementara untuk pengadaan tanahnya akan diurus oleh Pemprov DKI Jakarta dan Pemda Banten dan Bekasi.
Jika tidak ada halangan, diproyeksikan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) yang satu ini dipatok rampung pada Agustus 2024.
Baca Juga: Rampung 2021, Bendungan Rp63 Miliar di Kalimantan Timur Malah Mangkrak dan Tak Beroperasi, Mengapa?
Lebih lanjut, setidaknya Bulan Agustus 2024 sebisa mungkin perkembangan proyek sudah masuki tahapan financial close dan groundbreaking.
Sedikit informasi mengenai PT MRT Jakarta, perusahaan yang berspesialisasi di bidang moda transportasi modern telah berdiri sejak 17 Juni 2008.
Kepemilikan perseroan ini didominasi oleh Pemprov DKI Jakarta dengan porsinya sebesar 99,98 persen, sedangkan PD Pasar Jaya menggenggam sisanya.
Pada dasarnya, rencana pembangunan MRT sudah mengemuka sejak tahun 1985, tetapi belum sampai pada tahap ketetapan sebagai PSN.
Usai perencanaan transformasi transportasi nasional mulai naik statusnya menjadi PSN, keberlanjutan gerak proyek semakin melesat.
Sejatinya desain proyek sudah dilaksanakan sejak tahun 2008. Adapun konstruksi dilakukan mulai lima tahun setelahnya.
Rute MRT paling pertama direalisasikan adalah jalur Terminal Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI.
Selanjutnya rute moda transportasi ini dirancang semakin menyebar hingga lintas wilayah Jakarta, tepatnya ke sejumlah kota penyangga ibukota.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi