Didanai Bank Asia, Jembatan Termahal Batam Senilai Rp10 Triliun Ini Bakal Satukan Daratan Kepulauan Riau?

inNalar.com – Pembangunan infrastruktur jembatan di Kepulauan Riau nampak menjadi prioritas yang dimasifkan, salah satunya yang ada di Kota Batam ini.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tidak hanya berhenti pada keberhasilan Jembatan Barelang dalam menghubungkan pulau kecil lainnya dengan Kota Batam.

Pada dasarnya proyek jembatan termahal di Batam ini telah masuk dalam RPJMN sejak 2020 dan penetapan lokasinya sudah diteguhkan sejak 2019.

Baca Juga: Berkuasa Selama 32 Tahun, Ternyata Soeharto Pernah Bekerja di Bank Desa, Simak Kisah Lengkapnya!

Namun ternyata Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau ini sempat alami kendala biaya, hingga akhirnya pada 9 Januari 2023 proyek ini mengalami titik cerahnya.

Pihak pembiaya infrastruktur penghubung empat daratan ini diketahui adalah Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Bank Asia ini berfokus pada bantuan pembiayaan pembangunan infrastruktur guna tingkatkan taraf ekonomi dan sosial di kawasan Asia.

Baca Juga: Bukan Sabang dan Merauke! Titik Paling Ujung Geografis Indonesia Berada di Pulau Kecil dan Terluar Ini

Rencananya AIIB akan menyokong dana pembangunan Jembatan Batam – Bintan dengan estimasi bantuan sekitar USD 300 juta.

Kabar gembiranya, proyek infrastruktur penghubung Batam – Bintan di Kepulauan Riau ini digadang bakal kalahkan spesifikasi Jembatan Suramadu.

Tidak hanya dari sisi panjang konstruksi badan jembatannya saja yang bakal melebihi Jembatan Suramadu sepanjang 5.438 m.

Baca Juga: Jadi Presiden 32 Tahun, Ternyata Ini Strategi Presiden Soeharto Membangun Irian Jaya Papua, Penasaran?

Jika biaya konstruksinya Jembatan Suramadu yang dahulu keruk dana hingga lebih dari Rp 4,5 triliun.

Biaya pembangunan infrastruktur penghubung daratan Batam sampai dengan Bintan ini bakal telan biaya hingga Rp9,78 triliun.

Artinya, jika dibulatkan menjadi Rp10 triliun, merujuk pada data yang ditampilkan pada laman Kementerian PUPR.

Sebagaimana diketahui bahwa rencana pembangunan infrastruktur yang membelah laut dan melintasi dua pulau mungil ini panjangnya bakal membentang hingga 14,74 kilometer.

Dilansir dari laman Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, jembatan ini akan dimulai dari Batam – Pulau Buau – Pulau Tanjung Sauh sepanjang 6,76 kilometer.

Selanjutnya konstruksi dari Pulau Tanjung Sauh menembus Bintan panjangnya 7,98 kilometer.

Adapun mengenai detail konstruksinya, diproyeksikan porsi 7,68 kilometer tersebut akan berupa bangunan jembatan.

Sementara bentang badan bangunan selanjutnya sepanjang 7,06 kilometer sisanya akan berupa infrastruktur jalan tol.

Apabila nantinya jembatan ini terealisasi dan rampung, maka tentu semakin banyak pulau di Kepulauan Riau yang berhasil terkoneksi melalui jalur darat.

Sebagaimana Jembatan Barelang yang berhasil satukan 5 pulau, maka akan ada 3 daratan lagi yang bakal terintegrasi dengan daratan Batam, Kepulauan Riau ini.***

 

Rekomendasi