

inNalar.com – Wisata alam air terjun di sudut Lima Puluh Kota di Sumatera Barat ini tidak hanya berada di kawasan lembah purba eksotis, tetapi ternyata sudah dibuka oleh Pemerintah Hindia-Belanda sejak dahulu.
Air terjun di Lembah Harau yang menjadi buruan warga lokal Lima Puluh Kota dan daerah lainnya di Sumatera Barat ini ternyata tercatat dalam historinya bahwa objek wisata alam ini telah dibuka pada 14 Agustus 1926.
Kesejarahan Air Terjun di Lembah Harau ini diperkuat dengan adanya monumen yang terlihat adanya tanda tangan seorang asisten residen Belanda untuk kawasan Lima Puluh Kota bernama F. Rinner dengan dua petinggi lokal Indonesia.
Kedua pejabat asli Indonesia tersebut diketahui namanya adalah Tuanku Laras Datuk Kuning dan Asisten Demang Datuk Kodoh.
Keindahan air terjun ini seolah tidak hanya menyajikan permata alam eksotis khas Sumatera Barat, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang memukau para wisatawan hingga kini.
Nama objek wisata alam di pelosok lembah purba ini adalah Sarasah Bunta.
Ketinggian pancuran air terjun raksasanya mengalir dari tebing berlumut setinggi 150 – 200 meter.
Sekeliling tebing raksasa dikelilingi oleh tanaman merambat dan pepohonan lebat alami yang semakin memberikan kesan menawan bagi para wisatawan.
Air Terjun Sarasah Bunta di Lima Puluh Kota, Sumatera Barat ini tidak jauh aksesnya dari jalan utama, hanya berjalan beberapa menit saja wisatawan sudah dapat melihat panorama tersembunyi di tengah tebinggi eksotis ini.
Rintikan tipis airnya yang mengalir dari ketinggian curam tersebut menjadi ciri khas tersendiri bagi objek wisata alam yang satu ini.
Melansir dari YouTube Irwan Channel, objek wisata di Lima Puluh Kota ini memiliki biaya akses masuk yang sangat terjangkau.
Wisatawan cukup membayar biaya parkir yang telah ditentukan pihak pengelolanya.
Sekitar objek wisata ini pun nampak sudah dilengkapi dengan deretan warung kuliner sederhana yang siap memenuhi kebutuhan para wisatawan.
Bagi wisatawan keluarga yang ingin membawa buah hatinya menikmati kolam air di sekitar Air Terjun Sarasah Bunta di Sumatera Barat ini disediakan pula fasilitas ban agar keamanan tetap terjaga selama bermain air di kawasan tersebut.
Sebagai informasi tambahan, kawasan Lembah Harau, yakni dimana kawasan air terjun ini berada ternyata telah dijadikan sebagai cagar alam sejak 10 Januari 1993.
Berbagai keindahan hutan hujan tropis dan aneka satwa langka endemik Sumatera semakin membuat lembah yang satu ini menjadi destinasi utama tidak hanya wisata air terjun, tetapi juga diburu karena ada taman hutan eksotis yang tersebar di sekitar lembah purba ini.***