

inNalar.com – Salah satu bandara internasional yang ada di Indonesia ini adalah bandara yang berada di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Seperti halnya dengan bandara yang lain, bandara internasional di Balikpapan, Kalimantan Timut ini juga memiliki sejarah yang panjang.
Tidak tanggung-tanggung, sejarah bandara internasional yang ada di Balikpapan, Kalimantan Timur ini bahkan dimulai sejak masa penjajahan Belanda.
Namun, saat itu bandara di Balikpapan, Kalimantan Timur ini masih belum menjadi bandara internasional. Kegunannya pun juga sangat berbeda dengan kegunannya sekarang.
Bandara yang berada di Balikpapan Selatan, Balikpapan, Kalimantan Timur ini dulunya digunakan pihak Belanda sebagai penyokong untuk kegiatan perusahaan minyak mereka.
Baru setelah Indonesia merdeka, pengoperasian banda di Balikpapan ini diserahkan ke Jawatan Penerbangan Sipil pada tahun 1960.
Selanjutnya, pada tahun 1987, pengelolaan bandara ini diserahkan ke Perum Angkasa Pura I dan dilakukan pengembangan fasilitas bandara serta keselamatan penerbangan lainnya.
Pada tahun 1985, bandara ini ditetapkan sebagai salah satu bandara yang melayani embarkasi haji.
Setelah melakukan dua kali renovasi, pada tahun 1997, PT Angkasa Pura I (Persero) (berganti status dari Perum Angkasa Pura I) membuka bandara di Balikpapan ini dengan nama Bandara Sepinggan Balikpapan.
Peresmian dari Bandara Sepinggan Balikpapan ini dilakukan oleh Presiden kedua Republik Indonesia, Presiden Soeharto.
Kemudian, pada tahun 2014, bandara internasional di Balikpapan, Kalimantan Timur ini mengalami perubahan nama.
Dilansir inNalar.com dari Angkasa Pura I, Bandara Sepinggan Balikpapan resmi berganti nama menjadi Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.
Perubahan nama ini diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden SBY dengan disaksikan oleh Menter Perhubungan, Menteri Sekretaris Negara, Gubernur Kalimantan Timur, dan Presiden Director PT Angkasa Pura I (Persero).
Perubahan nama ini bukan tanpa alasan. Nama baru bandara internasional di Balikpapan, Kalimantan Timur ini diambil dari tokoh penting dalam sejarah Kalimantan Timur.
Sultan Aji Muhammad Sulaiman merupakan seorang pemimpin Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura (1850-1899).
Salah satu tujuan dari perubahan nama ini adalah untuk membangkitkan kesadaran masyarakat Kalimantan Timur untuk selalu mengingat dan mengenang jasa-jasa para leluhur.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi