Dibiayai UEA Senilai Rp233 Miliar, Pembangunan Islamic Center di Solo Ini Bakal Perkaya Warisan Budaya dan Spiritualitas

inNalar.com – Solo merupakan salah satu kota penyangga ibukota Provinsi Semarang dengan tingkat perekonomian yang cukup maju.

Hal tersebut dapat dilihat terdapat berbagai proyek besar yang ada di Solo dan salah satunya yang segera dibangun adalah Islamic Center.

Islamic center ini nantinya akan dikenal oleh masyarakat dengan nama Solo Culture.

Baca Juga: Suntik Modal Anak Usaha Senilai Rp40 Miliar, Besaran Aset PT Alkindo Naratama Makin Meroket

Proyek islamic center di Solo ini nantinya akan menjadi tanggung jawab dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR.

Tak hanya sebagai sarana spiritual, proyek ini nantinya juga akan menjadi pusat kebudayaan.

Salah satu tujuannya adalah untuk menjadi pelengkap signifikan dari kehadiran monumental masjid Raya Sheikh Zayed.

Baca Juga: Habiskan Biaya Rp30 Triliun, Pembangunan Smelter Nikel di Kalimantan Timur Ini Diduga Gunakan Pekerja Asing Ilegal

Dilansir inNalar.com dari Pemkot Surakarta, lokasinya nanti strategis di lahan eks Denbekang IV-44-04 milik TNI AD di barat Masjid Raya Sheikh Zayed.

Keberadaannya nanti diharapkan akan memberikan kontribusi luar biasa bagi kehidupan masyarakat lokal dan wisatawan.

Salah satu fokus utama dari pembangunan islamic center ini adalah untuk menciptakan sebuah destinasi wisata edukatif yang memperlihatkan peradaban Islam serta kebudayaan lainnya.

Baca Juga: Gandeng China, Proyek Pabrik Foil Tembaga Senilai Rp13,3 Triliun di Jawa Timur Ini Jadi yang Terbesar se-Asean

Lebih dari sekedar pusat kegiatan keislaman, Solo Culture nantinya bisa menjadi panggung bagi dialog lintas agama dan budaya.

Inisiatif ini bertujuan mempromosikan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan keragaman dalam konteks agama dan budaya di Indonesia.

Rencananya, kegiatan yang bisa dilakukan di islamic center ini sangatlah beragam.

Baca Juga: Bangun Panel Surya 3,03 MWp, Jumlah Laba Bersih PT Alkindo Naratama Ternyata Terjun Bebas

Berbagai kegiatan di islamic center ini diantaranya menjadi TPA, Tafsir Al-Qur’an, madrasah, hingga pesantren kilat.

Tak hanya itu, bangunan ini nantinya juga akan menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah.

Hal tersebut dilakukan dengan menyediakan produk-produk dari UKM (Usaha Kecil Menengah) pasar halal.

Baca Juga: Kelompok Hizbullah Lebanon Nyatakan Siap untuk ‘Perang Tanpa Batas’ dengan Zionis Israel, Benarkah AS Akan Berhenti Beri Dukungan?

Untuk proyek dengan tujuan yang begitu besar ini, akan didanai oleh Uni Emirat Arab dengan dana hibah.

Dana hibah yang akan digunakan untuk membangun proyek ini sebesar 15 juta USD atau setara dengan Rp233 miliar. ***

 

Rekomendasi