

inNalar.com – Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menyusun strategi ketahanan pangan nasional.
Salah satu strategi utama Pemerintah Provinsi Lampung guna mengupayakan keberlimpahan panen pertaniannya adalah dengan membangun Bendung di Kabupaten Lampung Timur.
Keberadaan bendung di Kabupaten Lampung Timur ini bertujuan untuk mengairi areal persawahan pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Jabung dan Kecamatan Pasir Sakti.
Baca Juga: Raup Lahan Seluas 40.000 m2, Gedung Pencakar Langit di Lampung Ini Dibangun Sejak 10 Tahun Lalu
Dilansir dari laman dinaspth.lampungprov.go.id, areal persawahan dua kecamatan di Kabupaten Lampung Timur luasnya mencapai 6.542 hektare.
Apabila tadinya para petani hanya mampu panen hasil pertaniannya dua kali dalam setahun, maka setelah adanya Bendung di Kabupaten Lampung Timur diharapkan mampu panen tiga kali dalam setahun.
Terutama pada hasil pertanian padi di kedua wilayah tersebut yang sebelum adanya bendung ini, produksi padi mampu menghasilkan sebanyak 7 ton per hektare.
Diharapkan dengan adanya waduk yang dinamakan dengan Bendung Gerak Jabung ini, dicita-citakan produksi padi bakal meningkat menjadi 8 ton per hektare.
Sebagai informasi, Bendung Gerak Jabung yang ada di Kabupaten Lampung Timur ini memiliki kapasitas daya tampung air sekitar 29,99 juta meter kubik.
Mempunyai kapasitas raksasa, bendung tersebut diharapkan 10.950 hektare area irigasi di wilayah Jabung Kanan dan 5.638 hektare di wilayah Jabung Kiri dapat membawa kelimpahan kemampuan panen di wilayahnya.
Intensitas tanam yang dialiri irigasinya dari Bendung Gerak Jabung yang ada di Kabupaten Lampung Timur diproyeksikan bakal meningkat 250 persen.
Tentu di balik kemegahan dan besarnya manfaat terhadap Bendung Gerak Jabung Lampung juga ada upaya pembiayaan yang cukup besar.
Dilansir dari laman pu.go.id, sumber pembiayaan Bendung raksasa di Provinsi Lampung ini terbagi menjadi dua sumber.
Sumber dana yang pertama berasal dari Japan International Cooperation Agency (JICA) sebesar Rp 173 miliar yang fokus digunakan untuk pembangunan Bendung Gerak Jabung.
Sementara sumber dana dari APBN sebesar Rp 190 miliar difokuskan untuk pengadaan saluran irigasi yang diambil dari Sungai Way Sekampung.
Perlu diketahui, bendung memang serupa tapi tak sama dengan bendungan. Bendung difungsikan untuk meninggikan air sebab posisi sumber air lebih rendah daripada tanah yang hendak dialiri airnya.
Sementara bendungan lebih multifungsi yang di dalamnya terdapat tampungan air dan fungsinya sangat beragam.
Namun keduanya memiliki kesamaan, yaitu sama-sama berfungsi untuk mengair sawah.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi