Dibiayai Cina? Proyek Smelter Nikel Senilai Rp6 Triliun di Kalimantan Selatan Ini Bakal Serap 1.200 Pekerja

inNalar.com – Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi di Pulau Borneo dengan sektor industrinya yang berkembang pesat.

Hal tersebut dapat dilihat dari pembangunan proyek-proyek besar di Kalimantan Selatan yang bergerak di bidang industri.

Kemajuan sektor industri di Kalimantan Selatan ini dikarenakan sumber daya alam mineral di sini yang sangat melimpah.

Baca Juga: Hanya Beroperasi 3 Bulan Saja, Pabrik di Kalimantan Selatan yang Investasinya Rp36 Miliar Terbengkalai

Tentunya, sumber daya alam di Kalimantan Selatan ini perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut agar bisa di gunakan.

Salah satu proyek industri yang ada di Kalimantan Selatan ini berupa pembangunan proyek smelter nikel.

Sebagai informasi, smelter adalah tempat yang digunakan untuk melakukan proses ekstraksi pada bijih logam murni.

Pembangunan proyek smelter di Kalimantan Selatan ini berlokasi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Berdiri Sejak Tahun 1960, Pabrik Kertas Terbengkalai di Kalimantan Selatan Ini Dulunya Hadiah dari Jepang

Proyek smelter nikel di Kalimantan Selatan ini mulai dilakukan konstruksi pada tahun 2022 lalu.

Pembangunan proyek smelter nikel ini diinisiasi oleh PT Anugerah Barokah Cakrawala.

Nantinya, bahan baku nikel yang akan diolah di smelter ini tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan.

Bahan baku nikel yang akan diekstrasi di smelter ini akan diambil dari Sulawesi, Kalimantan, serta dari Australia.

Baca Juga: Pembangunnya Tak Selesai, Gedung Olahraga di Kalimantan Selatan Roboh dan Bikin Tekor Negara, Benarkah?

Dibangun di atas lahan sebesar 329 hektar, proyek smelter nikel ini ditargetkan bisa mulai beroperasi pada tahun 2024 mendatang.

Pembangunan proyek smelter nikel ini dibangun di atas lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) milik Jhonlin Group.

Diketahui bahwa pembangunan smelter nikel yang dinisiasi oleh PT Anugerah Barokah Cakrawala ini bekerja sama dengan Jhonlin Group.

Tak hanya itu, dalam pembangunan smelter nikel ini, PT Anugerah Barokah Cakrawala dengan Jhonlin group juga bekerja sama dengan investor asal Cina.

Untuk membangun proyek smelter berkapasitas 40.000 ton per tahun, PT Anugerah Barokah Cakrawala harus menggelontorkan dana hingga Rp 6 triliun.

Selain itu, nantinya saat smelter ini telah beroperasi akan menyerap sebanyak 1.200 tenaga kerja.***

 

Rekomendasi