

inNalar.com – Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi di Pulau Borneo dengan sektor industrinya yang berkembang pesat.
Hal tersebut dapat dilihat dari pembangunan proyek-proyek besar di Kalimantan Selatan yang bergerak di bidang industri.
Kemajuan sektor industri di Kalimantan Selatan ini dikarenakan sumber daya alam mineral di sini yang sangat melimpah.
Tentunya, sumber daya alam di Kalimantan Selatan ini perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut agar bisa di gunakan.
Salah satu proyek industri yang ada di Kalimantan Selatan ini berupa pembangunan proyek smelter nikel.
Sebagai informasi, smelter adalah tempat yang digunakan untuk melakukan proses ekstraksi pada bijih logam murni.
Pembangunan proyek smelter di Kalimantan Selatan ini berlokasi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Proyek smelter nikel di Kalimantan Selatan ini mulai dilakukan konstruksi pada tahun 2022 lalu.
Pembangunan proyek smelter nikel ini diinisiasi oleh PT Anugerah Barokah Cakrawala.
Nantinya, bahan baku nikel yang akan diolah di smelter ini tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan.
Bahan baku nikel yang akan diekstrasi di smelter ini akan diambil dari Sulawesi, Kalimantan, serta dari Australia.
Dibangun di atas lahan sebesar 329 hektar, proyek smelter nikel ini ditargetkan bisa mulai beroperasi pada tahun 2024 mendatang.
Pembangunan proyek smelter nikel ini dibangun di atas lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) milik Jhonlin Group.
Diketahui bahwa pembangunan smelter nikel yang dinisiasi oleh PT Anugerah Barokah Cakrawala ini bekerja sama dengan Jhonlin Group.
Tak hanya itu, dalam pembangunan smelter nikel ini, PT Anugerah Barokah Cakrawala dengan Jhonlin group juga bekerja sama dengan investor asal Cina.
Untuk membangun proyek smelter berkapasitas 40.000 ton per tahun, PT Anugerah Barokah Cakrawala harus menggelontorkan dana hingga Rp 6 triliun.
Selain itu, nantinya saat smelter ini telah beroperasi akan menyerap sebanyak 1.200 tenaga kerja.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi