Dibersamai Korsel, Pabrik Baterai EV Terbesar Se Asia Tenggara Ini Ada di Karawang Jawa Barat, Kapasitasnya…

inNalar.com – Provinsi Jawa Barat akan memiliki pabrik baterai mobil hasil kerja sama BUMN dengan beberapa perusahaan Korea Selatan (Korsel).

Ground breaking pabrik baterai mobil pada Jumat, 15 September 2021 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat telah menandai awal sejarah Indonesia dalam melipatgandakan nilai produk nikel.

Pabrik baterai mobil pertama di Asia Tenggara ini dilaksanakan oleh PT HKML Battery Indonesia yang merupakan anak perusahaan dari hasil kerja sama antara perusahaan BUMN dan perusahaan Korea Selatan (Korsel).

Baca Juga: Bikin Wajah Tambah Cantik dan Glowing, dr Zaidul Akbar: Gak Perlu Beli Skincare Mahal-Mahal, Pakai Ini Aja!

Perusahaan Korea Selatan yang dimaksud meliputi LG Energy Solution, Hyundai, Hyundai Mobis, dan Kia Mobil, sedangkan perusahaan BUMN, yaitu PT Industri Baterai Indonesia.

Diketahui peresmian pembangunan pabrik baterai mobil di Kabupaten Karawang, Jawa Barat ini merupakan kelanjutan dari kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Busan, Korea Selatan (Korsel) pada November 2020.

Hasil kerja sama atara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) ini membuahkan investasi pembangunan pabrik baterai yang nilainya mencapai USD 1,1 miliar.

Baca Juga: Rogoh Kocek APBD Rp3,9 Miliar, Jembatan di Mempawah Kalimantan Barat Ini Akan Rampung Akhir Tahun 2023?

Diestimasikan beroperasi pada 2024 mendatang, targetnya Indonesia mampu memproduksi produk baterai mobil listrik sendiri dengan kapasitas produksi 30 juta baterai sel.

Menariknya, pabrik satu-satunya di Provinsi Jawa Barat ini digadang menjadi pabrik baterai mobil pertama di kawasan Asia Tenggara.

Alasan mendasar di balik ambisi besar Pemerintah Indonesia, yakni karena Indonesia memiliki sumber daya alam nikel terbesar di dunia menurut data survei geologis Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Gerhana Matahari Cincin Terlihat 14 Oktober 2023, View Terindah Ada di Deretan Negara ini, Indonesia Termasuk?

Detailnya, Indonesia ternyata merupakan penyumbang nikel terbesar di dunia dengan kapasitas produksinya menembus 1 juta metrik ton (2021).

Artinya, tingkat sumbangsih nikel Indonesia terhadap industri dunia mencapai 37,04 persen. Hal tersebut tentu menjadi basis optimisme pemerintah untuk menggalakkan hilirisasi nikel di Indonesia.

Dengan keberadaan pabrik baterai mobil di Kabupaten Karawang, Jawa Barat ini produk nikel akan bertambah hingga 11 kali lipat.

Baca Juga: Ingat Proyek Hambalang Senilai Rp2,5 Triliun? Mangkrak Sejak Era SBY Kini Mulai Dibangkitkan oleh Jokowi

Pabrik ini diketahui berada di kawasan industri Karawang atau yang disebut dengan Karawang New Industrial City (KNIC), Jawa Barat.

Dilansir inNalar.com dari laman Portal Informasi Indonesia, kapasitas produksi mulanya akan ditargetkan 10 gigawatt hour (GWh) dan akan digunakan untuk kendaraan listrik Hyundai.

Apabila telah terbangun seluruhnya, kemampuan produksi pabrik ini bakal menembus hingga 30 gigawatt hour (GWh).

Didukung dengan semakin berkembang pesatnya proyek yang mengusung gerakan “Go Green”, industri mobil listrik diprediksi akan semakin cerah dan prospektif bagi Indonesia yang sedang merintis hilirisasi nikel.***

 

Rekomendasi