

inNalar.com – Pembaruan dalam pembangunan sumber energi semakin menguatkan langkah menuju masa depan bagi nusantara.
Dalam usaha ini, langkah terbaru yang akan diambil oleh Perusahaan Listrik Negara Indonesia atau PLN adalah membangun pembangkit listrik tenaga angin.
Kali ini, PLN menggandeng AFD Prancis untuk merealisasikan proyek tersebut yang berlokasi Banten.
Dilansir inNalar.com dari laman resmi PLN, pembangunan PLTB ini menjadi yang pertama di Banten, bahkan Jawa-Bali.
Diharapkan, pembangunan PLTB Banten dapat menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 540 ribu ton karbon dioksida per tahun.
Proyek ini direncanakan digarap mulai tahun 2022 dan memiliki target dapat beroperasi pada tahun 2025 mendatang.
Dengan potensi angin 350 MW, PLN akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Banten dengan kapasitas 200 MW sebagai tahap pertama.
Sedangkan, pihak AFD Prancis akan menyediakan bantuan berupa pengembangan kapasitas teknologi dan studi kelayakan.
Pihak AFD sendiri sering kali bekerja sama dengan Indonesia untuk mendorong pengurangan emisi karbon dan menciptakan energi bersih di Indonesia.
Namun, masih belum diketahui berapa biaya anggaran yang diperlukan untuk membuat PLTB pertama di Pulau Jawa-Bali ini.
Indonesia sendiri telah memiliki beberapa PLTB yang tersebar di berbagai daerah dengan kapasitas 131 MW pada tahun 2021.
Pembangunan PLTB pertama sendiri telah dilakukan di Sulawesi Selatan yang menjadi rekor pertama sekaligus terbesar di Asia Tenggara.
Sedangkan, PLTB kedua berada di Kabupaten Jeneponto yang menelan dana hingga 2,2 triliun Rupiah dan memiliki desain mirip dengan Eropa.
Hal ini akan membuat PLTB di Banten menjadi pembangkit listrik tenaga angin ketiga di Indonesia, menyusul dua pendahulunya.
Pembangkit listrik tenaga angin sendiri telah menjadi salah satu solusi yang semakin diminati dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil.
Keberlanjutan sumber energi menjadi fokus utama dalam perencanaan pembangunan infrastruktur kelistrikan di masa depan.***