

inNalar.com – Sungai Citarum rupanya banyak meninggalkan jejak sejarah infrastruktur tata kelola air peninggalan Belanda.
Salah satu yang paling legendaris adalah Bendung Walahar yang dibangun di Karawang, Jawa Barat.
Penamaan infrastruktur ini dinisbatkan kepada nama desa dimana bendung ini dibangun.
Melintang gagah membendung aliran deras Sungai Citarum, ternyata sebagian juga mengenal infrastruktur ini dengan nama Bendung Parisdo.
Jadi dahulu seorang ahli hidrologi Belanda, C. Swan-Koopman, membangun sebuah bangunan pengatur aliran air pada tahun 1920, dikutip laman PUPR.
Lima tahun kemudian, infrastruktur ini diresmikan dan mulai berfungsi efektif pada 30 November 1925.
Dahulu efektivitas pengaturan air dari Bendung Walahar ini mampu mengairi irigasi lahan persawahan seluas 87.396 hektare.
Tidak heran karena lebar badan bangunan mencapai 50 meter melintang di Sungai Citarum.
Pada bagian atas dam, terdapat jembatan selebar 3 meter yang seringkali mengundang minat warga untuk sekadar melihat peninggalan Belanda ini.
Dibangun dengan gaya arsitek kuno dipadu dengan aura hangat cat berwarna kuning, bangunan utama bendung ini masih dipertahankan hingga kini.
Padahal usianya sudah memasuki 99 tahun, tetapi fungsi irigasi Bendung Walahar semakin melebar manfaatnya hingga 105.000 hektare lahan persawahan.
Luas areanya membentuk waduk yang melega hingga kurang lebih hingga 15 hektare.
Jadi selain fungsi irigasi, bendung heritage di Jawa Barat ini digunakan sebagai pengatur debit air sekaligus destinasi wisata bersejarah.
Pintu Bendung Walahar sempat dilakukan renovasi ketika 1989 dan lanjut direhabilitasi kembali pada tahun 2009.
Keberadaannya kini masih dipertimbangkan dan dikelola oleh Perum Jasa Tirta II konsisten menyokong ketahanan pangan Jawa Barat.
“Kebutuhan swasembada pangan di jawabarat sangat bergantung pada pengeloloaan bendung walahar,” dikutip dari Perum Jasa Tirta II.
Meski model bangunan terlihat antik, tetapi fungsi infrastruktur ini seolah tidak lekang oleh usia.
November 2025 mendatang, Bendung Walahar akan memasuki usianya yang ke 100 tahun.***