Dibangun Tanpa Dana APBN, Jembatan Kaca di Malang Sepanjang 20 m Kini Justru Retak, Menyusul Tragedi Banyumas?

InNalar.com – Beberapa waktu yang lalu terjadi kejadian di mana objek wisata berupa jembatan kaca di Banyumas pecah.

Perlu diketahui, sebenarnya Malang juga memiliki objek wisata yang sama, yaitu jembatan kaca dan jadi yang pertama di Indonesia.

Meski begitu, ternyata objek wisata yang berada di Jawa Timur tersebut justru kini mengalami keretakan.

Baca Juga: Bukan Jembatan Kaca, Restoran Hotel di Sumatera Barat Ini Sajikan Kuliner Padang dengan Sensasi Melayang di…

Sekedar informasi, sebenarnya jembatan ini juga menjadi jalur penghubung antara Kampung Warna-Warni dengan Kampung Tridi.

Jalur penghubung yang berada di Malang ini juga memiliki nama resminya, yaitu Jembatan Kaca Ngalam Indonesia.

Disebut jadi yang pertama, jembatan kaca ini sendiri telah diresmikan sejak tahun 2017 yang lalu.

Baca Juga: Jembatan Kaca Senilai Rp4,5 Miliar di Kendari Ini Jadi Ikon dan Magnet Wisata, Mirip Punya Singapura?

Menghubungkan dua kampung tematik, jembatan ini panjangnya sejauh 20 meter, lebar 1,25 meter, dengan ketinggian 9,5 meter.

Dilansir InNalar.com dari laman Pemkot Malang, Apalagi pembangunan pada objek wisata ini juga tidak menggunakan anggaran APBN, melainkan menggunakan dana dari Corporate Social Responsibility (CSR).

Sayangnya, objek wisata yang berada di Jawa Timur ini justru harus mengalami keretakan pada kacanya.

Baca Juga: Terpanjang se-Asia Tenggara! Jembatan Kaca di Bali Ini Ternyata Akan Pecah Saat Diinjak, Berani Coba?

Tentu ini sangat mengkhawatirkan, ditambah tidak lama ini ada jembatan kaca yang pecah di Banyumas hingga menimbulkan korban jiwa.

Adapun keretakan yang paling parah ini terjadi pada sisi utara dari jembatan kaca ngalam Indonesia tersebut.

Setelah pengamatan lebih lanjut, diperkirakan keretakan ini dapat terjadi karena selama pembangunan jembatan kaca ini dilakukan pengecoran, tindakannya dilaksanakan secara terpisah antara kolom dan plat lantai.

Karena pengecoran antara kolom dan plat lantai tersebut tidak dilakukan bersamaan, hal inilah yang menyebabkan keduanya tidak menyatu dengan sempurna sehingga dapat menimbulkan retak pada kacanya.

Tidak semata-mata hanya karena konstruksi jembatan saja, sebenarnya ada pula faktor lain yang membuat jembatan kaca ini sampai retak.

Hal itu adalah faktor cuaca, dimana saat terjadi panas yang sangat terik dapat membuat pula retakan pada kaca tersebut semakin parah.

Kabar baiknya, pihak dari objek wisata di Jawa Timur itu nantinya akan membahas hal ini bersamaan dengan dinas di balai kota Malang.

Pertemuan itu rencananya akan membahas berkaitan dengan perbaikan jembatan kaca Ngalam Indonesia.

Ditambah lagi jembatan kaca ini merupakan hasil dari CSR, namun statusnya belum diketahui apakah sudah diberikan pada pemerintah kota Malang atau belum.

Karena untuk melakukan perbaikan, tentu gambar konstruksi dan gambar teknis diperlukan bagi pemerintah kota Malang untuk melakukan perbaikan.***

 

Rekomendasi