Dibangun Tahun 2005, Bandara NTB Ini Berganti Nama Jadi Ulama’ Karismatik Asal Pulau Eksotik, Namanya…

inNalar.com – Nama bandara asal NTB kabarnya berganti nama menjadi nama salah satu ulama’ karismatik asal Lombok.

Awalnya bandara asal NTB tersebut dibangun di Pulau Eksotik Lombok sejak tahun 2005.

Tepatnya, pembangunan bandara asal NTB tersebut proyeknya mulai berjalan sejak masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Baca Juga: Pernah Jadi Macan Asia, Begini Kehebatan Sektor Pertanian Indonesia di Era Soeharto, Kalahkan China dan India

Kemudian, pembukaan dari bandara tersebut dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2011 lalu

Sekedar informasi, bahwa bandara yang berlokasi di Praya, Lombok Tengah tersebut dioperasikan oleh PT Angkasa Pura I.

Menurut informasi sejarahnya, bandara asal NTB tersebut awalnya bernama BILP, yakni Bandara Internasional Lombok- Praya.

Baca Juga: Tak Tayang di TV, Wawancara Soeharto 1967: Kita Agak Kurang Waspada dalam Politik, Nyatanya PKI..

Namun, pada tanggal 5 September 2018, namanya Berganti menjadi nama salah satu ulama’ karismatik asal Lombok.

Ulama karismatik asal Lombok tersebut merupakan seorang pendiri organisasi Islam terbesar NTB, yakni Nahdlatul Wathon.

Melansir dari laman resmi ntbprov.go.id, disebutkan bahwa untuk menyepakati Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: 1421 tahun 2018 tentang perubahan nama, BIL berganti nama menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM).

Baca Juga: Dikelilingi Lembah dan Pegunungan, Desa di Trenggalek Jawa Timur Ini Bak Surga Tersembunyi! Ada yang Tahu?

Benar, tokoh ulama’ karismatik asal Lombok, NTB yang namanya disematkan untuk perubahan nama bandara pada 2018 tersebut adalah Zainuddin Abdul Majid.

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid di Lombok, NTB merupakan salah satu bandara di Indonesia yang melayani rute internasional.

Meskipun begitu, bandara yang namanya berganti pada tahun 2018 itu, juga tetap melayani penerbangan domestik ke beberapa wilayah di Indonesia.

Diketahui bahwasannya, luas lahan dari bandara internasional asal NTB tersebut seluas 550 hektare.

Dibangun pada tahun 2005, proyek awal dari pembangunan lapangan terbang di Pulau Eksotik tersebut menelan biaya sekitar Rp625 miliar.

Kabarnya, Pemerintah melalui laman kppip.go.id, menyebutkan bahwa pada tahun 2019 lalu, akan melakukan pengembangan Bandara Internasional Lombok.

Rencana tersebut diperkirakan akan menelan anggaran proyek sebesar Rp1,176 Triliun.

Itulah informasi mengenai bandara asal NTB yang namanya berganti menjadi nama salah satu tokoh ulama’ karismatik asal Pulau Eksotik.***

 

 

Rekomendasi