Dibangun Tahun 1603, Masjid Tertua di Gowa Sulawesi Selatan Ini Hanya Berjarak 1 km dari Kompleks Makam Raja

inNalar.com – Masjid merupakan sebuah bangunan yang sangat penting bagi masyarakat yang beragama Islam.

Selain menjadi tempat menunaikan ibadah, beberapa masjid di Indonesia juga memiliki nilai sejarah yang penting.

Salah satu contohnya adalah Masjid Tua Al-Hilal Katangka di Gowa, Sulawesi Selatan ini.

Baca Juga: Miliki Masjid Senilai Rp3 Miliar! Desa di Garut Ini Dijuluki Kampung Miliader, Omset Bisa Rp50 Juta per Bulan?

Masjid Tua Al-Hilal Katangka beralamat di Jalan Syech Yusuf Nomor 57, Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Dilansir inNalar.com dari Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, masjid ini dibangun pada tahun 1603 dan menjadikannya yang tertua di Provinsi Sulawesi Selatan.

Pembangunan Masjid Tua Al Hilal Katangka ini dilakukan oleh Raja Gowa ke 14 bernama Mangarangi Daeng Manrabbia yang juga dikenal sebagai Sultan Alauddin.

Baca Juga: Habiskan Rp92,58 Miliar saat Renovasi, Masjid di Semarang Jawa Tengah Jadi Cagar Budaya Pembangkit Ekonomi

Masjid tertua di Sulawesi Selatan ini menjadi salah satu simbol perjuangan dan penyebaran Islam di masa Sultan Alauddin.

Pada awal berdirinya, bangunan yang sarat akan sejarah Islam ini dikenal sebagai masjid kerajaan Gowa.

Adapun bentuk bangunannya terdiri dari lima pintu yang masing-masing melambangkan rukun Islam.

Baca Juga: Hanya 7 km dari Monas, Masjid Tenggelam di Tengah Laut Ini Jadi Sinyal Bahaya Untuk Jakarta, Namanya..

Selain itu, juga terdapat enam jendela yang menggambarkan enam rukun iman.

Arsitektur dari bangunan masjid ini mengadopsi perpaduan dari banyak budaya, antara lain Mesir, Tiongkok, Eropa, hingga Jawa.

Pada bagian dalamnya, terdapat empat pilar yang melambangkan empat sahabat nabi, yakni Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Kemudian, di sisi kanan dan kiri mimbar masjid juga terdapat dua bendera berwarna putih dan hijau.

Bendera putih memiliki makna kesucian, sedangkan, bendera hijau bermakna ketentraman.

Masjid yang sarat akan sejarah Islam ini telah mengalami tujuh kali renovasi sejak dibangun pada tahun 1603.

Renovasi pertama dilakukan oleh Raja Gowa ke 30, Maulana Sultan Abdul Rauf, pada tahun 1.800.

Renovasi pada tahun ini dilakukan dengan mengganti atap masjid yang sebelumnya menggunakan sirat atau kayu menjadi genteng yang dipesan langsung dari Belanda.

Kemudian, pada tahun 1980, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Oddang Makka, juga melakukan renovasi ke bangunan Masjid Tua Al Hilal Katangka di Gowa, Sulawesi Selatan.

Lokasi dari Masjid Tua Al-Hilal Katangka hanya berjarak satu km dari kompleks makam raja Gowa yang berada di Jalan Syekh Yusuf.***

 

Rekomendasi