

inNalar.com – Salah satu bandara internasional di Kota Pekanbaru, Riau yang paling terkenal adalah Bandara Sultan Sayrif Kasim II.
Salah satu bandara internasional terbesar di Sumatera tersebut dibangun di atas lahan sekitar 321,21 hektare.
Beberapa tahun silam, bandara internasional di Riau tersebut mengalami perluasan.
Karena nantinya diharapkan bandara tersebut dapat menampung pesawat-pesawat yang lebih besar.
Perluasan lahan bandara di Pekanbaru Riau itu ditujukan untuk menyambut PON XVII pada tahun 2012 lalu.
Awalnya nama Bandara Sultan Syarif Kasim II Riau adalah Bandara Simpang Tiga, namun selang beberapa tahun berdiri namanya akhirnya diubah.
Baca Juga: Telan Biaya Rp 57 Miliar, Terminal Termegah di Riau Ini Punya Area Penginapan Ala Hotel Berbintang!
Menurut sejarah, bandara perintis di Provinsi Riau tersebut dulunya merupakan peninggalan dari zaman kemerdekaan melawan penjajah Belanda dan Jepang.
Pada tahun 1960, Bandara Sultan Syarif Kasim II dioperasikan Pemerintah untuk dijadikan bandara Perintis di sana.
Awalnya nama bandara yang terketak di Pekanbaru Riau tersebut hanya “Landasan Udara”.
Namun saat dijadikan Pemerintah bandara Perintis, namanya diubah lagi menjadi “Pelabuhan Udara Simpang Tiga”.
Saat ini di Bandara Sultan Syarif Kasim II Riau terdapat sebanyak 10 maskapai penerbangan.
Diantaranya ada AirAsia, Garuda Indonesia, Lion Air, BatikAir, Susi Air, Pelita Air, dan masih banyak lagi.
Untuk klaimsebagai bandara tersibuk di Asia Tenggara, Bandara Sultan Syarif Kasim II masih belum bisa menorehkannya.
Karena hingga saat ini bandara tersibuk se-Asia Tenggara masih dipegang oleh Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta.
Yang mana, Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta ternyata juga masih menempati rekor bandara tersibuk ke-8 dunia, karena memiliki jadawal keberangkatan sebanyak 578 penerbangan setiap harinya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi