Dibangun Sejak 2015, Jembatan Ini Hubungkan Kalteng dan Kalbar, Dananya Rp17 Miliar Bakal Selesai 2023?

inNalar.com – Pembangunan jembatan dengan anggaran Rp 17 miliar akan menghubungkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Jembatan Jelai merupakan jembatan yang dibangun pada tahun 2015 yang akan menghubungkan Kabupaten Sukamara (Kalimantan Tengah) dan Kabupaten Ketapang (Kalimantan Barat).

Pembangunan Jembatan Jelai yang menghubungkan Sukamara dan Ketapang sempat terhambat karena adanya kendala keuangan.

Baca Juga: Kucurkan Anggaran Rp 2,6 Miliar, Gedung PCNU Termegah di Kalimantan Barat Ini Letaknya di Kabupaten….

Sejak tahun 2019 pandemi Covid-19 melanda Indonesia, sehingga anggaran pemerintah daerah dan pemerintah pusat difokuskan untuk pandemi covid-19.

Berdasarkan informasi dari website resmi kominfosandi Sukamara bahwa pada tahun ini pengerjaan Jembatan Jelai penghubung Sukamara-Ketapang mulai dilanjutkan tahun 2023.

Pengerjaan dari Jembatan Jelai menyisakan bagian ujung jembatan yang pada tahun ini dilanjutkan kembali pembangunannya.

Baca Juga: Gandeng AS dan China, Proyek Gasifikasi Batu Bara di Sumatera Selatan Ini Siap Beroperasi pada 2024

Progres lanjutan dari pembangunan Jembatan Jelai telah direncanakan tahun 2022.

Selain itu, Bupati Sukamara Windu Subagio, mengatakan bahwa penyelesaian tiang pancang hingga penyempurnaan secara keseluruhan akan menghabiskan anggaran Rp 17 miliar.

Bupati Sukamara menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima mengenai pengerjaan lanjutan Jembatan yang menghubungkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat dibangun pada tahun 2023.

Baca Juga: Kreatif! Pertamina Buat PLTS Berkapasitas 6,54 Watt Peak di TPA3S untuk Kelola Sampah, Lokasinya di…

Tidak hanya itulah, pemerintah daerah juga menyampaikan bahwa  pembangunan Jembatan Jelai akan selesai pada tahun ini juga.

Menurut Wakil Bupati Sukamara, Ahmadi pada bulan Mei 2023, bahwa anggaran yang digunakan untuk menghubungkan Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Ketapang bersumber dari Provinsi Kalimantan Tengah.

Ahmadi juga menambahkan bahwa pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan 4 perusahaan besar yang ada di wilayah Ketapang.

Jalan yang berada sekitar 3 kilo dari 4 perusahaan tersebut akan dilakukan pengurukan.

Ahmadi juga menuturkan bahwa pengurukan jalan tidak hanya untuk kepentingan masyarakat akan tetapi juga untuk kepentingannya perusahaan dikarenakan akan lebih mudah dan dekat menjangkau Kabupaten Sukamara apabila Jembatan Jelai telah difungsikan.***

 

Rekomendasi