Dibangun Sejak 2012, PLTA di Kalimantan Utara Ini Habiskan Rp 26 Triliun Usai Gandeng Perusahaan Jepang

InNalar.com – Bagi yang tidak tahu, saat ini Indonesia tengah melaksanakan rencana mengurangi emisi gas, dengan cara membuat industri hijau di Kalimantan Utara.

Salah satu cara dalam mengurangi emisi gas di Indonesia tersebut adalah dengan membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dimana proyek ini akan menggandeng perusahaan dari Jepang.

Adapun tenaga yang didapat dari PLTA di Kalimantan Utara tersebut akan memanfaatkan area sepanjang Sungai Kayan yang nantinya akan terdiri dari 5 bendungan.

Baca Juga: Anggaran Dana Rp 20,3 Miliar! Rumah Adat Betang Lunsa Hilir di Kalimantan Barat Direnovasi Memakai APBN?

Disebut mengurangi emisi gas, hal tersebut karena jika memanfaatkan air yang terdapat pada Sungai Kayan, maka hal energi tersebut merupakan energi terbaharukan.

Sekedar informasi, Sungai Kayan ini membentang sepanjang 576 Km, di sekitar wilayah utara Kalimantan.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, pembangunan PLTA di Kalimantan Utara ini melakukan kerjasama dengan perusahaan Jepang.

Baca Juga: Proyek Rp 53 Triliun Mangkrak! Kalimantan Timur Akhirnya Gagal Miliki Rel Kereta Api Sepanjang 203 Km

Perusahaan Jepang tersebut adalah Sumitomo Corporation.

Sumitomo Corporation merupakan perusahaan dari Jepang yang cukup terkenal, dimana salah satu bisnisnya bergerak di bidang energi dan telah melakukan investasi di Indonesia pada bidang kelistrikan.

Adapun PLTA sekaligus bendungan yang berada di Kalimantan Utara itu akan dibangun pada daerah Sungai Kayan, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan.

Baca Juga: Habiskan Rp 225 Triliun hingga Dinobatkan Jembatan Termahal di Dunia, Jembatan di Banten Ini Sempat Mangkrak

Dilansir InNalar.com dari kaltara.bpk.go.id, nilai investasi dalam penggarapan PLTA ini mencapai USD 17,8 miliar atau Rp. 26 triliun, jika kurs dikalikan 15.200.

Diterangkan jika nantinya PLTA dengan pemanfaatan dari sungai Kayan yang dijadikan bendungan ini akan aliri listrik di pulau Kalimantan, karena mampu hasilkan listrik mencapai 9 ribu megawatt.

Sekedar informasi, ijin lokasi yang didapat untuk membangun PLTA di Kalimantan Utara ini sudah didapat sejak tahun 2012.

Jika menghitung saat ini, yaitu tahun 2023, pembangunan PLTA tersebut telah menghabiskan waktu kurang lebih selama 11 tahun dan belum selesai.

Pasalnya, bendungan PLTA Kayan Cascade di Kalimantan Utara sendiri ditargetkan rampung di tahun 2026.

Bahkan tahun 2026 tersebut belum selesai sepenuhnya.

Karena masih ada bendungan PLTA Kayan Cascade 2 hingga 5 yang akan dikerjakan secara paralel.

Untuk pembangunan bendungan PLTA secara paralel tersebut, Diperkirakan masing-masing membutuhkan waktu selama 2 atau 3 tahun dari rampungnya Cascade 1. ***

Rekomendasi