Dibangun Sejak 1987, Jalan Tol Layang Pertama di Indonesia Ini Pakai Teknologi Seribu Pundak ‘Sosrobahu’

inNalar.com – Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono merupakan jalan tol layang pertama yang ada di Indonesia dengan teknologi Seribu Pundak.

Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono sendiri sebenarnya lebih dikenal dengan Jalan Tol Cawang – Tanjung Priok – Ancol Timur – Jembatan Tiga/Pluit.

Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono bahkan sudah dibangun sejak 1987 serta beroperasi di tahun 1989.

Baca Juga: BRI Targetkan Kontribusi 65,4% pada Inklusi Keuangan di 2023, Jangkau 107,5 Juta Nasabah di Segmen Mikro

Pembangunan tol layang ini sendiri ada di atas ruas jalan arteri Cawang menuju arah Tanjung Priok.

Dengan tujuan untuk membantu mengatasi kemacetan di area Jakarta kala itu.

Panjang jalan tol layang tersebut mencapai 27,05 km serta langsung terkoneksi dengan Jalan Tol Jagorawi.

Baca Juga: Intip Profil Muhammad Albarra, Wakil Bupati Mojokerto yang Kekayaannya Melebihi Bupati Mojokerto!

Melansir dari laman Kementerian PUPR BPJT, proses pembangunan tolnya diawali dengan tindakan pioneering pada tanggal 30 Juni 1987 memakai konstruksi tiang pertama.

Yakni dengan menggunakan teknologi Sosrobahu (Seribu Pundak) atau yang dikenal dengan sebutan North South Link.

Setidaknya terdapat 85 pier head yang harus diputar memakai teknologi Seribu Pundak tersebut.

Baca Juga: Segini Harta Kekayaan Wabup Mojokerto Muhammad Albarra, Kepala Daerah yang Turut Melaporkan Gugatan Ke MK

Teknologi Seribu Pundak ini tercatat sebagai kelahiran teknologi baru yang berupa Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH).

Sosok dibalik teknologi Seribu Pundak ini sendiri yakni Ir. Tjokorda Raka Sukawati.

Teknologi ini berupa sebuah alat yang terdiri dari dua piringan dengan diameter 80 cm serta tebal 7 cm.

Alat tersebut saling menangkap agar dapat mengangkat dan memutar berat sebesar 500 ton.

Disebutkan bahwa Seribu Pundak merupakan teknologi pertama di dunia yang menjadi bidang angkat dan putar beban berat memakai rumus dasar fisika mekanika.

Nama Ir. Wiyoto Wiyono sendiri digunakan sebagai nama jalan tol ini.

Ia adalah orang yang cukup berjasa dibalik pembangunan beberapa ruas jalan layang di tanah air.

Tidak terkecuali Jalan Tol Layang Cawang – Tanjung Priok. Pada saat pembangunan tol ayang ini, ia berpulang.

Dengan begitu, pemberian nama jalan tol menjadi Ir. Wiyoto Wiyono sendiri dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya sampai akhir hayat.

Pembangunan Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono yang memakai teknologi Seribu Pundak dengan konsep layang ini diharapkan tidak akan mengganggu arus lalu lintas.

Pasalnya, bagian tiang penyangga diletakkan secara sejajar dengan tiang yang ada di bawahnya.***

 

Rekomendasi