Dibangun Sejak 1902! Pembangunan Terowongan Kereta Api di Provinsi Jawa Barat Ini Harus Membelah Perbukitan

inNalar.com – Berbicara mengenai sejarah di Indonesia pasti tidak lepas dari masa penjajahan kolonial Belanda.

Di masa penjajahan, Belanda secara besar-besaran membangun infrastruktur di dalam negeri untuk kebutuhan ekspor rempah-rempah.

Salah satunya terowongan kereta api di Jawa Barat yang dibangun oleh pemeritah Belanda sebagai jalur transportasi kereta.

Baca Juga: Capai Triliunan, Pemerintah Akui Belum Lunasi 100 Persen Utang Piutang ke BUMN

Terowongan Kereta Api di Jawa Barat ini tepatnya berlokasi di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Dilansir dari web heritage.kai.id, terowongan kereta api yang bernama terowongan Sasaksaat ini terletak di antara Stasiun Sasaksaat dan Stasiun Maswati.

Terowongan Sasaksaat mulai dibangun pada tahu 1902 oleh pemerintah Belanda yang mengerahkan banyak pekerja.

Baca Juga: Ridwan Kamil Dapat Restu Ibunda Ikut Pilkada DKI Jakarta

Pekerja yang dikerahkan untuk membangun terowongan ini yakni dari etnis probumi dan Cina sebagai kuli bangunan.

Sedangkan orang Eropa sendiri kebanyakan menjadi Mandor, kepala cabang, teknisi, Mandor dan lain sebagainya.

Untuk konstruksi dari terowongan Sasaksaat sendiri ditangani oleh pemborong asal Eropa yang menggunakan teknologi tinggi dari Belgia pada saat itu.

Baca Juga: Bolak-balik Ganti Nama, Jembatan Tertua di Indonesia Ini Ternyata Punya Sistem Angkat, Lokasinya Dimana ya?

Di zaman itu, membangun terowongan Sasaksaat tidaklah mudah apalagi medan yang dilewati terowongan ini adalah perbukitan yang harus dibelah dan rawan longsor karena kadar air yang tinggi.

Dalam pembangunan terowongan Sasaksaat para pekerja menemui sejumlah kendala. Selain kadar air yang tinggi, terdapat batuan cadas pada tanah yang harus digali.

Solusi yang digunakan untuk menangani rembesan air yaitu dengan cara lapisan atas dari terowongan dilapisi oleh semen setebal 0,85 meter.

Kemudian, di beberapa bagian terwongan dilapisi oleh seng dan untuk menghancurkan batuan cadas dilakukan pengeboran manual menggunakan tangan.

Hal tersebut guna menghindari getaran yang membuat risikio longsor lebih rendah.

Meskipun, menemui banyak kendala terowongan kereta api sepanjang 949 meter ini merupakan terowongan aktif terpanjang di Indonesia.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]