Dibangun Pada 1630, Benteng Bersejarah di Kupang, NTT Ini Sempat Dirobohkan, Pembangunannya Kurang Terencana?

inNalar.com – Kupang merupakan salah satu kota di Pulau Timor, Nusat Tenggara Timur.

Kupang menjadi salah satu kota dengan peninggalan sejarah Belanda di sana yang menjadi ikon wisata.

Peninggalan sejarah Belanda di Kupang tersebut merupakan sebuah benteng.

Baca Juga: Dibangun 1845, Benteng Megah di Ngawi Ini Gaya Arsitekturnya Unik, dari Luar Bangunannya Tidak Terlihat?

Benteng bersejarah peninggalan Belanda di Kupang ini dikenal dengan nama Benteng Concordia.

Dilansir inNalar.com dari Kebudayaan Kemdikbud, Benteng Concordia dibangun oleh VOC pada tahun 1630.

Pada tahun 1642, benteng ini dikenal dengannama Lahayong dan masih dikuasai oleh VOC.

Baca Juga: Kokoh Sejak Tahun 1545, Benteng di Sulawesi Selatan Ini Terancam Terkena ‘Polusi’ Tata Ruang? Apa Maksudnya?

Dulunya, benteng ini difungsikan untuk mengawasi gerak perdagangan pala penduduk Wayer.

Hal tersebut dikarenakan, Belanda melarang penduduk melakukan perdagangan dengan pedagang luar.

Jika penduduk berani menjual pala dengan pedagang luar atau dalam artian selain Belanda, maka mereka akan mendapatkan hukuman.

Baca Juga: Kampung di Sulawesi Tenggara Ini Punya Benteng 23,3 ha yang Jadi Terluas di Dunia dan Dapatkan Penghargaan…

Tidak tanggung-tanggung, hukuman yang akan diberikan jika mereka melakukan perdagangan pala kepada pedagang lain selain Belanda adalah hukuman mati.

Awalnya, bentuk benteng ini berbentuk segitiga pada saat setelah dibangun.

Kemudian, benteng Concordia sempat dirobohkan pada tahun 1732 dan dibangun kembali satu benteng baru.

Benteng baru tersebut di bangun di tempat yang sama dan berbentuk segi empat dilengkapi empat bastion.

Namun, di benteng baru area benteng Concordia hanya 3 jalan masuk menuju empat bastion.

Dari sana, dapat dilihat bahwa pembangunan benteng baru di Benteng Concordia memang kurang direncanakan dengan baik.

Kurangnya perencanaan pembangunan benteng baru tersebut dikarenakan gudang rempah-rempah yang ada di samping benteng tidah dirubuhkan. Jadi, tidak ada jalan masuk menuju ke bastion ke-empat.***

 

Rekomendasi