

inNalar.com – Pembangunan rute jalan tol telah menjadi fokus pemerintah dalam meningkatkan konektivitas daerah-daerah Indonesia.
Namun, di balik pembangunannya, terkadang beberapa lahan yang dijadikan tol menyembunyikan peninggalan bersejarah, bahkan harta karun.
Salah satunya adalah Desa Wonoboyo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang menyimpan peninggalan kuno Kerajaan Mataram.
Dilansir inNalar.com dari pu.go.id, jalan tol Solo-Yogyakarta di Jawa Tengah sendiri ditargetkan akan rampung pada tahun 2024.
Dengan panjang mencapai 96,57 km, jalan tol ini memakan nilai investasi sebesar 27,48 triliun Rupiah.
Siapa yang menyangka bahwa saat pembuatannya, telah ditemukan harta karun peninggalan Kerajaan Mataram pada 25 April 2023 oleh warga.
Dikatakan, warga mengorek tanah yang akan menjadi jalur exit tol Jogonalan, sekitar 100 meter dari penemuan bersejarah pada tahun 1990.
Baca Juga: Awalnya Membentuk Lobang Alami, Goa Romo di Kalimantan Barat Ini Diselimuti Akar dan Lumut
Sebelumnya, penemuan harta karun Wonoboyo pernah terjadi dan diperkirakan benda tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Mataram kuno.
Peninggalan tersebut ditemukan di lahan sawah yang awalnya digunakan untuk proyek irigasi sawah.
Setelah menggali sedalam 2,5 meter, ditemukan guci besar keramik China yang menyimpan artefak terbuat dari emas.
Penemuan harta karun lain adalah 14,9 kilogram emas dan 2 kilogram perak dengan total berat peninggalan 16,9.
Harta karun tersebut merupakan salah satu penemuan penting yang menjadi bukti peradaban Kerajaan Mendang.
Penemuan lain ditemukan pada pembangunan proyek Tol Solo-Jogja yang berupa guci, keramik, serta arca.
Diduga sebagai harta karun Kerajaan Mataram, peninggalan tersebut pun dievakuasi untuk disimpan sebagai cagar budaya.
Penemuan harta karun Wonoboyo menjadi koleksi penting bagi peninggalan dan kebudayaan Indonesia.
Desa Wonoboyo sendiri merupakan daerah di Jawa Tengah yang terletak di sebelah timur candi-candi kerajaan, termasuk Prambanan.
Sehingga tidak heran bila banyak ditemukan peninggalan kerajaan di daerah Jawa Tengah tersebut.***