

inNalar.com – Jika Anda pernah berkunjung ke Pangandaran, Jawa Barat, mungkin Anda tak asing dengan Jembatan Cipamotan.
Struktur ikonik ini dulunya adalah salah satu jembatan rel kereta api terpanjang dan tertinggi di Indonesia.
Dibangun pada masa kolonial Belanda antara tahun 1913 hingga 1916, tetapi sayangnya kini jembatan tersebut terbengkalai karena sudah rusak dan tidak layak untuk digunakan kembali.
Baca Juga: Cek Hasil Quick Count Sementara Pilkada Depok 2024 Menurut Indikator Politik Indonesia
Sebelum Anda mengenal lebih dalam, mari kita lihat terlebih dahulu mengapa lintasan ini begitu istimewa menurut KAI.
Lintasan rel ini bukanlah sekadar lintasan rel biasa. Dengan panjang 310 meter dan ketinggian mencapai 100 meter, jembatan ini dibangun menggunakan besi mounting seberat 1,63 ton.
Model konstruksinya berupa “half through truss” yang menjadi teknologi mutakhir pada zamannya.
Tahukah bahwa dalam proses pembangunannya, jembatan ini melibatkan para insinyur Belanda dari biro konstruksi JH. Janssen, pemimpin proyeknya kala itu adalah I. Wouters.
Hasilnya, jalur rel Cipamotan menjadi penghubung vital lintas Banjar-Pangandaran-Cijulang, sekaligus memberikan pengalaman menegangkan bagi para penumpang kereta yang melintas di atasnya.
Tidak hanya soal teknologi, jembatan ini juga menyimpan kisah menarik.
Baca Juga: Pramono Anung – Rano Karno Unggul, Ini Hasil Quick Count Pemilihan Gubernur Jakarta 2024
Menurut kepercayaan warga Cijulang, setiap kereta yang melintasi Jembatan Cipamotan harus ditumpangi penduduk lokal agar perjalanan berjalan lancar.
Mitos ini menambah aura mistis yang menyelimuti jalur yang satu ini, menjadikannya cerita yang terus hidup di tengah masyarakat hingga kini.
Pada masa aktifnya, Jembatan Cipamotan menjadi jalur penting yang menghubungkan kota-kota di selatan Jawa Barat.
Baca Juga: Pendaftar PPPK 2024 Sudah Tahu? Begini Trik Agar Sanggahan Hasil Seleksi Administrasi Diterima
Namun, semuanya berubah pada Februari 1982 ketika jalur kereta api Banjar-Cijulang resmi ditutup. Sejak itu, jembatan ini perlahan ditinggalkan dan mulai rusak.
Kondisi semakin memburuk ketika bagian-bagian jembatan dicuri oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.
Akibatnya, struktur megah yang dulu menggantung bak di atas awan kini hanya menjadi puing-puing yang tersisa.
Baca Juga: Pelamar CPNS 2024 Auto Dapat Skor Tinggi, Begini Tips Ampuh Menghadapi Tes SKB CAT
Keberadaannya menjadi simbol kemajuan perkeretaapian Indonesia pada masa lalu.
Bagi Anda yang mencintai sejarah, jembatan ini adalah bukti nyata bagaimana teknologi dan seni konstruksi berkembang di negeri kita.
Terlepas dari kondisinya yang memprihatinkan, Jembatan Cipamotan masih menarik perhatian wisatawan. Jika Anda berkunjung ke Pangandaran, cobalah sempatkan waktu untuk melihat jembatan ini.
Selain menawarkan pemandangan yang menakjubkan, Anda juga bisa merasakan sensasi menyelami sejarah yang terlupakan.
Jembatan Cipamotan adalah pengingat bahwa warisan sejarah perlu dijaga.
Semoga ke depannya, kita bisa lebih peduli terhadap peninggalan berharga seperti ini. Anda setuju? Mari lestarikan bersama.***(Valencia Amadhea Christiyadi)