Dibangun 1660, Keraton di Maluku Utara Ini Miliki Gaya Arsitektur yang Menyiratkan Makna Tersembunyi

inNalar.com – Maluku Utara merupakan salah satu daerah di Indonesia bagian Timur yang kaya akan keindahan alam dan sejarahnya.

Salah satu bangunan bersejarah di Maluku Utara adalah keraton kesultanan Tidore.

Keraton di Tidore ini juga dikenal dengan nama Kedaton Kie Kesultanan Tidore.

Baca Juga: Wamenhan Buka-bukaan Soal Pembelian 42 Unit Pesawat Tempur Rafale Baru Buatan Prancis dan Mirage 2000-5 Bekas Angkatan Udara Qatar

Diketahui bahwa Kesultanan Tidore merupakan kerajaan Islam yang merasakan masa kejayaannya pada abad ke-16 hingga ke-18.

Kerajaan ini menguasai sebagian besar Pulau Halmahera Selatan, Pulau Seram, Pulau Buru, dan sejumlah pulau lainnya.

Lokasi istana berada di pusat kta Soasio dan dibangun sekitar tahun 1660 masehi.

Baca Juga: Link Live Streaming Manchester United vs Tottenham di Liga Inggris 2023-2024: Duel Panas Pengincar Papan Atas

Dilansir inNalar.com dari kapita pemprov malut, dulunya Kedaton Kie berada di Desa Toloa yang dikenal dengan Kadaton Biji Negara (anak negeri).

Dulunya, istana ini merupakan tempat tinggal sekaligus tempat bagi Sultan Tidore menjalankan pemerintahannya.

Pada 1912, keraton ini sempat runtuh akibat gejolak internal kerajaan, yang diperburuk oleh campur tangan Belanda.

Baca Juga: TKN Prabowo-Gibran Bakal Genjot Produksi Bioetanol dari Tebu dan Singkong, Upayakan Transisi Energi Bersih Jika Terpilih di Pilpres 2024

Kemudian, istana ini dibangun kembali pada sekitar tahun 2000-an dan setelah rampung bangunan ini kembali ditempati.

Kini, bangunan bersejarah ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Maluku Utara.

Daya tarik dari tempat ini adalah arsitekturnya yang unik dan mengandung nilai filosofi yang tinggi.

Baca Juga: Proyek Jakarta Internasional Stadium Masih Timbulkan Polemik Warga Kampung Bayam, DPRD Usulkan 3 Opsi Ini, Apa Saja?

Bentuk bangunannya menyerupai orang yang sedang duduk bersila sebagai makna menyembah kepada Allah SWT.

Selain itu, Arsitekturnya Kedaton Kie disebut jiko serabi dimana jiko artinya memanjang seperti pulau/gunung dan surabi bermakna ruang tunggu yang bermakna Sultan menjamu tamu di ruang tunggu.

Di dalam bangunan ini tersimpan berbagai benda pusaka peninggalan kesultanan dari masa lampau. ***

 

Rekomendasi