

inNalar.com – Kalimantan Selatan memiliki banyak titik pelabuhan yang mampu diandalkan sebagai penumpu ekonomi daerahnya, mengingat lokasi geografisnya berada di dekat perairan dan dilalui Sungai Barito.
Di antara banyak pelabuhan yang tersebar, rupanya ada satu pelabuhan di Kabupaten Tanah Laut yang sempat mencuri perhatian calon investor asing.
Calon investor asal Rusia yang diketahui sempat berminat membiayai proyek kereta api di Provinsi Kalsel ini sampai-sampai minta ubah rancangan rute jaringan kereta api lantaran melihat potensi keberadaan pelabuhan ini.
Padahal hasil kajian proyek kereta api menetapkan jalurnya akan membentang dari Tabalong menuju Banjarmasin.
Bak permata berkilau tersembunyi, pelabuhan spesial ini sempat bikin calon investor asing minta ubah rute kereta api dari Tabalong menuju Tanah Laut.
Semoga ungkapan harapan yang sempat dilisankan Bupati Tanah Laut H. Sukamta saat peresmian dermaga ini semakin terwujud.
Pada tahun 2020 silam, Bupati Sukamta sempat mengungkap bahwa dirinya optimis jika infrastruktur gerbang laut ini bakal semakin besar.
“Saya yakin pelabuhan ini akan menjadi pelabuhan yang besar,” ungkap Bupati Tanah laut, H. Sukamta, dikutip inNalar.com dari Pemkab Tanah laut.
Adapun infrastruktur gerbang laut yang diam-diam menyimpan potensi besar ini adalah Pelabuhan Pelaihari.
Butuh waktu 12 tahun untuk membangun pelabuhan yang menjadi impian masyarakat Tanah Laut.
Hingga akhirnya dermaga ini diresmikan pada tahun 2020 dengan harapan dapat menunjang aktivitas angkutan barang Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Meski Pelabuhan Trisakti cenderung menjadi andalan pintu gerbang daerah, tetapi tampak pelaihari juga semakin dipertimbangkan untuk digali lebih potensinya.
Sedikit informasi, dermaga laut ini juga sering dinamakan dengan Pelabuhan Swarangan, karena lebih akrab dengan lokasi desa dimana infrastruktur tersebut berada.
Jadi Pelabuhan Pelaihari ini berlokasi di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Sejauh ini pintu laut yang satu ini difungsikan untuk mengangkut hasil pertambangan batu bara.
Namun menurut kabar terbaru, pihak Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Kintap bakal mencoba memaksimalkan pelayanan dengan menambah komoditas seperi hasil perkebunan dan peternakan.
Diharapkan pengembangan infrastruktur ini semakin diperluas layanannya, mengingat potensi daerah sangat melimpah.
Sebut saja dari sektor perikanan, Kabupaten Tanah Laut sempat catatkan produksi ikan hingga 59.964 ton pada tahun 2021.
Merebaknya pertambangan di berbagai wilayah di Kalimantan Selatan juga bakal semakin meningkatkan fungsi dari infrastruktur ini.
Selain itu pula mengingat potensi kelapa sawit seluas 12.453 hektare yang diproyeksikan terus meningkat dan hasil karet yang luas lahan produktifnya mencapai 866,5 hektare.
Keberadaan beberapa wisata pantai dan air terjun di dekat pelabuhan tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengembangan dermaga ini.
Ditambah lagi akses lebih cepat menuju Pelabuhan Pelaihari yang berada di dekat laut dalam membuat nilai tambah dari infrastruktur ini.
Pasalnya jika dibandingkan dengan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, aksesnya harus melintasi Sungai Barito yang jaraknya 30 kilometer dan perlu mempertimbangkan pasang surut airnya.
Diharapkan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut terus membesarkan pelabuhan ini agar kontribusi ekonomi daerah meliputi kemakmuran masyarakatnya hingga skala nasional.***