Dibalik Populernya Pempek Palembang, Ternyata Simpan Sejarah Panjang, Sudah Ada Sejak Abad Ke-7?

inNalar.com – Pempek merupakan makanan populer khas Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Bukan hanya digemari oleh warga Palembang, Sumatera Selatan saja, tapi warga dari berbagai daerah dan kota juga menyukai makanan Pempek ini.

Makanan Pempek khas Palembang, Sumatera Selatan ini sangat sering dijadikan sebagai salah satu oleh-oleh yang masuk dalam daftar list bagi wisatawan yang berkunjung.

Baca Juga: Dulunya Penyanyi Dangdut Sekaligus Artis, Bupati Pekalongan Ini Punya Harta Ratusan Miliar Tapi Mobilnya Satu?

Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah dari makanan khas Sumatera Selatan ini?

Dahulunya, makanan Pempek khas Palembang, Sumatera Selatan ini digunakan sebagai bekal dalam perjalanan saat pergi berdagang.

Mulanya makanan Pempek asal Palembang, Sumatera Selatan ini dikenal dengan sebutan ‘Kelesan’.

Baca Juga: Diresmikan 2019, Desa Wisata di Kalimantan Tengah ini Suguhkan Keindahan Hutan Mangrove Hingga Satwa Langka

Nama Kelesan diambil dari sebutan dari alat yang digunakan sebagai penghalus daging ikan yang berbentuk cembung.

Namun, semakin lama, dinamakan dengan Pempek, karena dari informasi yang ada nama tersebut terinspirasi dari penjualnya yang biasa dipanggil ‘empek’ atau ‘apek’ dalam bahasa China artinya Paman.

Mengutip dari Buku Pempek Palembang karya Efrianto A, S.S., Dra. Zusneli Zubir, M.Hum, dan Dra. Maryetti, M.Hum, dijelaskan jika pempek sudah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya, yakni sekitar abad ke-7.

Baca Juga: Hutangnya Rp10 Miliar, Bupati Lahat Sumatera Selatan Ini Cuma Punya 2 Mobil, Makin Miskin?

Masih dari buku yang sama, disebutkan jika Pempek berasal dari masyarakat Kayu Agung.

Masyarakat ini sangat gemar berdagang dan transaksi jual beli yang mereka gunakan adalah barter.

Transaksi itulah yang membuat para warga Kayu Agung mendapatkan sagu dan ubi.

Kemudian, mereka mencampurkan sagu dengan ikan sehingga itulah sebabnya Pempek jadi salah satu makanan yang terenak dan terlezat di Palembang, Sumatera Selatan.

Pencampuran dua bahan antara sagu dan ikan tersebut, membuat Pempek muncul dari adanya ide dan gagasan masyarakat dalam memanfaatkan sumber kekayaan mereka.

Melansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, pada zaman dahulu, ikan yang digunakan dalam bahan pembuatan Pempek adalah ikan Belida.

Ikan Belida termasuk jenis ikan air tawar dan banyak ditemukan di Asia Tenggara.

Karena langka, ikan belida memiliki harga yang cukup menguras kantong.

Namun, dibalik harganya yang mahal, ikan ini memiliki rasa yang enak.

Semakin lama, keberadaan ikan ini berada dalam kondisi yang terancam punah sehingga ikan Belida tidak lagi dijadikan sebagai bahan untuk membuat Pempek. ***

 

Rekomendasi