

inNalar.com – Pada sebuah danau raksasa yang menghampar luas di Jawa Barat, tersimpan sebuah infrastruktur megah dan penuh manfaat.
Infrastruktur itu adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung yang berlokasi di sebuah waduk legendaris Purwakarta, bernama Cirata.
Tidak hanya menjadi kebanggaan negeri, tetapi disebut juga menjadi kebanggaan Asia Tenggara.
Pembangkit listrik terapung ini memiliki kapasitas terbesar se-Asia Tenggara, yakni sebesar 145 MWac atay 192 MWp.
Sebagai selingan informasi, dalam kurun waktu dua tahun Vietnam juga giat menggandakan kapasitas PLTS hingga 50 kali lipat.
Sebelumnya kapasitas pembangkit listrik milik Vietnam hanya 100 MW, dalam waktu singkat melesat menjadi 5 GW.
Baca Juga: Pasang Instalasi PLTS Senilai Rp29,54 Miliar, PT Tunas Alfin Tbk Catatkan Penurunan Jumlah Utang
Saat peresmian infrastruktur listrik berbasis EBT, Presiden Joko Widodo mengungkap bahwa PLTS Cirata Purwakarta ini juga digadang terbesar ke-3 di dunia.
Pembangkit listrik ini kini bisa dilihat mengambang di atas waduk yang luasnya 200 hektare.
Di antara danau raksasa itu bakal terlihat sebanyak 340 ribu panel surya yang berjejer di atas permukaan air waduk.
Tidak heran jika aliran listrik yang mampu mengalir mencapai 50 ribu rumah tangga.
Infrastruktur berbasis energi surya ini pun dapat dikembangkan kapasitasnya hingga lebih dari 1.000 MWp.
Sejauh ini PLTS Cirata baru memanfaatkan porsi 4 persen dari total luas waduknya.
Digadang ke depannya pembangkit listrik bisa dioptimalkan hingga 20 persen.
Dengan begitu, ada potensi energi sebesar 1,2 GWp yang dapat dimaksimalkan berkat potensi berlimpah di waduk raksasa Jawa Barat ini.
Menariknya, dalam proses pengembangan infrastruktur ini ada sekitar 1.400 pekerja lokal yang mendapat manfaat berkat adanya proyek besar ini.
Sebagai informasi tambahan, serapan investasi proyek ini diperkirakan sebesar US$ 129 Juta.
Proses realisasi PLTS Cirata ini melibatkan perusahaan Masdar asal Uni Emitar Arab yang rupanya masih anak usaha dari Mubadala Investment Company.
Apabila diperhitungkan ketetapan nilai proyek PLTS itu, setidaknya setiap Mega Watt (MW) akan membutuhkan dana sekitar US$ 1 juta.
Alhasil jika diperhitungkan dengan biaya dasar tersebut, nilai proyek ini bisa menyedot anggaran hingga US$ 145 juta.***