

InNalar.com – Banyak warga tentunya tahu, jika Ibu Kota Indonesia akan berpindah ke Kalimantan Timur.
Tepatnya, Ibu Kota Indonesia akan berpindah ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Dalam memindahkan Ibu Kota tersebut, tentu banyak infrastruktur pula yang harus dibangun, salah satunya adalah jalan tol.
Sebab saat ini terdapat proyek pembangunan jalan bebas hambatan yang akan langsung mengarah ke Ibu Kota baru tersebut.
Hal ini difungsikan untuk memudahkan akses menuju ke Ibu Kota baru dan agar tidak terlalu banyak memakan waktu.
Karena jika melalui jalan bebas hambatan Balikpapan-Samarinda, nantinya jika menuju ke Ibu Kota baru ini memerlukan waktu sekitar 2,5 jam.
Akan tetapi dengan adanya jalan bebas hambatan baru ini, maka waktu yang ditempuhnya cukup sekitar 50 menit saja.
Sedangkan panjang dari jalan bebas hambatan ini kira-kira membentang sejauh 70,92 km.
Selain itu jalan bebas hambatan yang dimaksud juga nantinya akan terhubung juga dengan jalan tol Balikpapan-Samarinda.
Diperkirakan investasi yang dihabiskan untuk membangun jalan bebas hambatan yang langsung menuju ke IKN ini menelan sebanyak Rp 27,49 triliun.
Bahkan anggaran di atas juga belum memasukan dana yang diperlukan untuk melakukan pembebasan lahan yang nominalnya mencapai Rp 3,11 triliun.
Diketahui pada November 2023 kemarin progres dari pengerjaan jalan bebas hambatan langsung menuju ke IKN ini telah mencapai 55%.
Jika sesuai target, maka proyek pengerjaan jalan bebas hambatan di Penajam Paser Utara ini akan rampung pada April 2024.
Sedangkan untuk beroperasinya, diharapkan pada bulan Juni jalan tol menuju ke IKN ini sudah dapat digunakan.
Perlu diketahui, jalan bebas hambatan di Kalimantan Timur ini juga tidak akan seperti tol pada umumnya.
Baca Juga: Kalahkan Suramadu! Riau Akan Bangun Jembatan Terpanjang Senilai Rp7 Triliun, Penghubung Pulau…
Karena infrastruktur jalan ini juga akan dilengkapi sampai 60 ribu pohon.
Dilansir InNalar.com dari laman PUPR, bahkan tol yang langsung menuju ke IKN ini pohonnya juga akan dibuat berbeda dengan tol lain.
Perbedaan tersebut terdapat pada jenis pohon yang biasanya pada tol hanya terdapat satu jenis tanaman dalam satu deret.
Akan tetapi nantinya tol IKN ini akan memiliki tiga deret dengan jenis yang berbeda-beda. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi