

inNalar.com – Salah satu platform belanja online yang besar saat ini di Indonesia adalah TikTok Shop.
Meski begitu, siapa sangka? Justru dengan adanya TikTok Shop malah rugikan UMKM di berbagai wilayah termasuk Tanah Abang.
Dengan kejadian tersebut, bahkan ada permintaan agar TikTok Shop ditutup di Indonesia.
Baca Juga: Bekas Tambang Timah, Danau Kaolin Jadi Objek Wisata Unik di Bangka Belitung, Amankah?
Memang banyak kemudahan dan hal positif lain saat berbelanja di platform social Commerce tersebut.
Selain tidak perlu pergi ke toko, terkadang barang yang dijual di TikTok Shop juga cenderung lebih murah.
Apalagi TikTok sendiri merupakan satu aplikasi yang merangkap sebagai sosial media sekaligus E-Commerce.
Baca Juga: Denda 100 Juta Bagi CPNS BIN yang Mengundurkan Diri Tidak Berlaku Jika Lakukan Hal Ini Sebelumnya
Tentu kelebihan TikTok memang akan banyak memudahkan para masyarakat yang ingin membeli barang secara online.
Pasalnya, banyak pelaku UMKM di Tanah Abang mengaku omset mereka turun sampai 80 sampai 90% tiap harinya.
Dan pada akhirnya banyak pelaku UMKM yang meminta agar TikTok Shop di Indonesia lebih baik ditutup.
Dilansir InNalar.com dari kanal YouTube PashaLovarian, atas wacana penutupan TikTok Shop di Indonesia, hal tersebut justru menimbulkan pro dan kontra pada kedua Menteri Indonesia.
Menteri yang pro dengan adanya TikTok Shop di Indonesia adalah Sandiaga Uno, yaitu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan dalih bahwa sebagian besar UMKM juga memperoleh peluang dari Platform ini.
Sedangkan Menteri yang kontra dengan adanya TikTok Shop yaitu Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
Sebenarnya apa yang tidak disetujui oleh sang Menteri Koperasi tersebut adalah dengan adanya sosial media dan E-Commerce yang digabung menjadi satu.
Sebab dengan digabungnya kedua hal tersebut, membuat TikTok seolah memonopoli sistem pembayaran sekaligus logistik yang mereka miliki.
Tidak hanya Indonesia, ternyata Amerika dan India juga menolak keras dengan adanya TikTok Shop di negaranya.
Alasannya pun kurang lebih sama, karena TikTok Shop merupakan gabungan dari sosial media sekaligus E-Commerce.
Perlu diperhatikan, berdasarkan survei yang pernah dilakukan, kebanyakan orang terkadang membeli barang karena terarahkan oleh perbincangan di media sosial.
Mungkin itulah penyebab TikTok Shop dikatakan memonopoli penjualan sekaligus kemungkinan akan menjadi penggerus UMKM daerah jika terus dilanjutkan di Indonesia.
Semoga pemerintah menemukan solusi tepat untuk permasalahan tersebut sehingga nantinya masyarakat bisa sama-sama sejahtera.***