

inNalar.com – Bagi mereka yang memelihara kucing tentunya tahu jika hewan peliharaan mereka sering tidur.
Meski begitu, apakah seringnya hewan lucu tersebut sering tertidur karena terkena suatu penyakit?
Ternyata hal tersebut bukanlah dikarenakan suatu kelainan tertentu.
Baca Juga: Pahami! Ini Cara Mengatasi Kucing yang Muntah Bulu Karena Sering Rontok
Perlu diketahui, rata-rata hewan lucu ini tertidur yaitu sebanyak 12-15 jam per hari.
Akan tetapi, mereka tertidur biasanya hanya dalam jangka waktu yang sebentar atau tidak lama seperti yang manusia lakukan.
Sebagai catatan, jam tidur untuk anak kucing biasanya akan lebih lama hingga mencapai 20 jam per hari.
Baca Juga: Perhatikan, Begini Cara Menjinakan Kucing Galak yang Baru Diadopsi
Hal tersebut disebabkan usia mereka yang masih dalam masa tumbuh kembang sehingga membutuhkan waktu lebih banyak untuk tidur dan beristirahat.
Sementara jika ada yang menyebutkan jika hewan lucu satu ini adalah jenis nokturnal, maka jawabannya adalah tidak.
Pasalnya, jenis hewan yang biasa dipelihara di Indonesia tersebut jenis genetifnya adalah crepuscular.
Baca Juga: Tak Perlu Khawatir, Ternyata Ini Alasan dan Penyebab Kucing Muntah Bulu
Jika nokturnal aktif di malam hari, maka crepuscular merupakan aktifitas yang dilakukan pada pagi hingga sore hari.
Usut punya usut, ternyata hal tersebut berkaitan dengan sejarah hewan tersebut yang dulunya merupakan pemburu.
Pada jaman dahulu, hewan tersebut biasanya akan berburu pada pagi dan sore hari.
Sedangkan di siang dan malam hari, mereka akan tertidur untuk melindungi diri dari predator alaminya.
Maka tak heran jika kita sering melihat hewan tersebut tertidur di dekat pemiliknya atau berada di suatu kotak.
Sebab hal tersebut merupakan naluri mereka agar dapat tertidur di tempat yang dianggapnya aman.
Bahkan sebenarnya tidur mereka yang nampaknya lelap tidaklah seperti yang dibayangkan orang pada umumnya.
Cara tidur mereka yakni seperti tidur dengan satu mata terbuka, karena kewaspadaan mereka tetaplah terjaga berdasarkan naluri mereka untuk berlindung dari predator alaminya.
Selain tertidur hingga 15 jam lamanya, ternyata kebiasan itu juga berfungsi agar kucing dapat menghemat energinya.
Seperti yang dijelaskan di atas, kucing pada dasarnya adalah hewan pemburu.
Karena itu, maka biasanya hewan tersebut akan tertidur cukup lama agar dapat menyimpan energi yang cukup jika sewaktu-waktu harus berburu seperti yang dilansir dari kanal YouTube Puspusmiaw.
Namun jika jam tidur hewan peliharaan anda ternyata lebih lama dari kebiasaan jam rata-rata, mungkin ada baiknya untuk mengkonsultasikannya ke dokter.
Terutama saat tidurnya cukup lama, badannya lemas, hingga tidak nafsu makan, maka ada baiknya untuk mengkonsultasikannya ke dokter.
Selain itu, bahkan ada pula kemungkinan hewan lucu satu ini juga terkena anemia.
Ternyata meski nampak lucu dan menggemaskan, hewan satu ini juga bisa terkena anemia atau kekurangan sel darah merah.
Adapun ciri-ciri dari hewan peliharaan anda terkena anemia adalah dengan melihat gusinya.
Jika gusi pada hewan tersebut nampak lebih pucat dari biasanya, lebih baik segera bawa ke dokter hewan agar dapat diberikan tindakan yang lebih baik.
Bahkan saat ia merasa bosan atau tertekan, ia bisa tertidur dari jam tidur wajar mereka.
Maka itulah lebih baik perhatikan kesehatan fisik dan emosional dari hewan peliharaan lucu anda sewaktu-waktu dan ajak bermain.
Nah itulah alasan mengapa kucing bisa sering tertidur hingga memakan waktu yang cukup lama.
Jadi bisa saja karena sudah dari kebiasaan mereka, atau bisa juga karena adanya suatu penyakit tertentu.
***