

inNalar.com – Sekarang ini, di Indonesia angka penyakit Diabetes Melitus ini terus menanjak hingga 10 persen.
Semakin menanjaknya angka penyakit Diabetes Melitus ini disebabkan oleh gaya hidup jaman sekarang yang cenderung tidak sehat dimana semakin banyak jajanan yang mengandung banyak gula.
Penyakit Diabetes Melitus ini menyerang seseorang tidak pandang usia. Penyakit ini bisa menyerang dari usia dini hingga lansia.
Penyakit Diabetes Melitus memiliki dua jenis tipe. Yang pertama Diabetes Melitus Tipe 1 dan Diabetes Melitus Tipe 2.
Diabetes Melitus tipe 1 ditandai dengan rusaknya organ pankreas pada saat memproduksi insulin.
Sementara pada Diabetes Melitus tipe 2 ini ditandai dengan tidak dapat bekerjanya insulin itu sendiri.
Baca Juga: Tips Ampuh Mengobati Diabetes Melitus Secara Alami dengan Ramun Herbal dari Bawang Putih
Gejala dari kedua tipe tersebut sebetulnya hampir sama yakni penurunan berat badan, sering buang air kecil, pengelihatan kabur dan lain sebagainya.
Salah satu cara penyembuhan dari penyakit Diabetes Melitus ini adalah penurunan berat badan.
Prof.Malik Mumtaz yang berasal dari Island Hospital Penang membagikan edukasi di kanal Youtube Medisata mengenai obat ajaib yang dapat menyembuhkan penyakit Diabetes Melitus ini.
Baca Juga: Akhirnya Rendy Kjaernet Buka Suara Mengenai Isu Perselingkuhannya Dengan Syahnaz Sadiqah
Prof.Malik Mumtaz mengatakan untuk Diabetes Melitus tipe 1, ia tidak bisa banyak berbicara karena kebanyakan pasien yang mengidap Diabetes Melitus tidak mudah untuk disembuhkan.
Adapun terdapat pengobatan stem cell dan sebagainya. Namun, beliau mengatakan bahwa pengobatan tersebut masih bersifat eksperimental.
Untuk tipe 2 Prof.Malik Mumtaz mengatakan sebenarnya magic bullet yang di mau adalah penurunan berat badan.
Jika seseorang dapat menurunkan berat badan sebanyak 10 hingga 15 persen. Maka, pengobatan Diabetes Melitus akan menjadi lebih mudah dan baik dan terkadang daktanya pasien pengidap Diabetes Melitus tipe 2 bisa sembuh.
Jadi, menurut Prof.Malik Mumtaz penurunan berat badan ini adalah kunci untuk proses kesembuhan pasien yang mengidap Diabetes Melitus tipe 2.***(Alfina Indira)