Di Balik Amalan pada Hari Asyura, Ada Kisah Pilu yang Terjadi Tanggal 10 Muharram


inNalar.com – 
Kisah pilu terjadi pada tanggal 10 Muharram, di mana saat itu umat Islam melakukan Amalan Asyura.

Nabi SAW sebenarnya selalu melaksanakan Amalan Asyura dengan berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Selain pada hari Asyura Rasulullah SAW juga bersabda, bahwa dirinya akan puasa pada tanggal 9 Muharram tahun depan.

Baca Juga: Keren! Jembatan Terpanjang di Sumatera Ini Jadi Ikon Kota Jambi, saat Malam Jadi Glow In The Dark

Namun belum sampai Asyura 10 Muharram tahun berikutnya untuk melakukan Amalan puasa, Nabi SAW sudah wafat.

Walau Nabi SAW telah wafat, kaum muslimin tetap melaksanakan Amalan puasa tanggal 9 Muharram.

Setidaknya ada 2 riwayat hadits menyebutkan Amalan di hari Asyura, pertama puasa di tanggal 9 dan 10 Muharram.

Baca Juga: Embun Upas Siap Bikin Lumajang Jawa Timur Bersalju di Bulan Agustus? Begini Persiapan yang Bisa Dilakukan

Dan Amalan di hari Asyura atau tanggal 10 Muharram yang kedua yakni menambah uang belanja keluarga.

Terlepas dari Amalan di hari Asyura, ternyata terdapat peristiwa pilu yang terjadi di tanggal 10 Muharram.

Kisah pilu yang bersamaan dengan Amalan Asyura itu adalah wafatnya cucu Rasulullah SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib.

Baca Juga: Jembatan di Bali Ini Memiliki Tinggi 71 Meter, Jadi yang Tertinggi se-Asia Tenggara, Berani Melintasinya?

Menurut Buya Yahya, wafatnya Husain pada hari Asyura sebab ada pembunuhan oleh pemerintahan yang mengatasnamakan Aswaja.

Namun prakteknya jauh dari nilai mencintai ahlul bait dimana sebenarnya termasuk Amalan yang diajarkan.

Amalan mencintai ahlul bait maksudnya mengasihi seluruh keluarga atau keturunan Nabi SAW.

Baca Juga: Fakta Unik Jembatan Liliba Kupang Nusa Tenggara Timur: Sejarah Panjang hingga Dijuluki Bangunan Pencabut Nyawa

Buya Yahya menyebutkan bahwa mimbar-mimbar saat itu digunakan untuk Amalan mengutuk Ali bin Abi Thalib.

Dikutip inNalar.com dari kajian live yang ditayangkan kanal YouTube Al-Bahjah TV pada Jumat, 28 Juli 2023 Buya Yahya menerangkan.

Bahwa sebenarnya di dalam ajaran Aswaja atau ahlus sunnah wal jamaah tidak ada ajaran mengutuk ahlul bait.

Baca Juga: Tercatat Punya 12 Bandara, Benarkah Provinsi Aceh Penyumbang Bandar Udara Terbanyak di Indonesia?

“Jangan seperti yang pernah kita dengar ahlus sunnah wal jamaah yang membantai Imam Husein,” kata Buya Yahya.

“Dan justru yang membiarkan (orang) di lapangan yang membunuh Imam Husein adalah orang-orang yang katanya mencintai Imam Husein dan mengundang,” lanjut Buya Yahya.

Jadi yang membunuh bukanlah ahlus sunnah wal jamaah, tetapi pemerintahan saat itu yang mengaku Aswaja saja.

Buya Yahya menjelaskan bahwa pemerintahan saat itu buruk dan kotor, dan bukan merupakan ajaran Islam.

Buya Yahya lebih lanjut mempersilahkan jamaah yang hadir untuk membuka seluruh kitab klasik ahlus sunnah wal jamaah.

Silahkan bagi yang ingin mencari ajaran membenci ahlul bait, tentu tidak akan pernah ditemukan.

Islam mengajarkan untuk tidak mengutuk siapapun, apalagi kepada ahlul bait yang sangat dimuliakan.

Rekomendasi