Desa Unik di Pulau Bali Ini Memiliki Konsep Atap Rumah Menyerupai Joglo, Letaknya 80 Km dari Denpasar

inNalar.com – Desa Sidetapa adalah sebuah desa yang memiliki sisi unik, sejarah, dan kebiasaan masyarakatnya yang menarik di Pulau Bali.

Desa ini terletak di bagian timur Pulau Bali atau sekitar 80 kilometer dari ibu kota Denpasar, desa ini dikenal sebagai tempat yang kaya akan budaya dan tradisi.

Keunikan Desa Sidetapa terletak pada arsitektur rumah tradisional yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Baca Juga: Jaraknya 71,8 Km dari Bandar Lampung, Teluk di Tanggamus Ini Dijuluki ‘Surga Lumba-Lumba’, Pernah Berkunjung?

Rumah-rumah penduduk berbentuk menyerupai joglo dengan atap berundak yang unik, konsep ini dinamakan Tri Mandala.

Selain itu, seni ukir kayu dan patung merupakan warisan budaya yang dijaga dengan baik oleh penduduk desa ini.

Dalam sejarahnya, Desa Sidetapa pernah mengalami masa keemasan pada abad ke-14 Masehi sebagai salah satu kerajaan kecil di Bali Timur.

Baca Juga: Lahan Karet Seluas 200 Ha di Kalsel Disulap Jadi Bandara Megah Standar Internasional, Biaya Capai 2 Triliun?

Hal ini berpengaruh pada pembangunan banyak bangunan bersejarah dan tempat-tempat suci.

Menurut cerita, desa ini didirikan oleh seorang pendeta suci yang berasal dari pulau sebelah dan membawa ajaran agama Hindu serta teknik bertani yang berkelanjutan.

Kebiasaan masyarakat Desa Sidetapa juga mencerminkan kearifan lokal. Mereka menjaga tradisi upacara adat dengan penuh rasa kebersamaan dan penghormatan terhadap leluhur.

Baca Juga: Telan Biaya Rp15 Miliar, Menara di Provinsi Lampung Ini Jadi Simbol Identitas di Ujung Tenggara Lampung

Upacara seperti Ngaben (pemakaman), Galungan, dan Kuningan menjadi momen penting dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, masyarakat Desa Sidetapa juga mengenal kearifan lokal dalam menjaga lingkungan.

Mereka memiliki tradisi gotong-royong untuk membersihkan desa, menanam pohon, dan menjaga kebersihan air sungai yang menjadi sumber kehidupan.

Perekonomian desa ini didominasi oleh pertanian, terutama budidaya padi dan sayuran. Masyarakatnya juga terampil dalam kerajinan tangan seperti tenun ikat dan anyaman bambu, yang menjadi mata pencaharian tambahan.

Meskipun terletak di Pulau Bali yang terkenal dengan pariwisata, Desa Sidetapa tetap mempertahankan tradisi dan budaya mereka.

Para penduduknya berusaha menjaga keseimbangan antara pembangunan pariwisata dan pelestarian kearifan lokal.

Dengan keunikan arsitektur, sejarah yang menarik, dan kebiasaan masyarakatnya yang terjaga, Desa Sidetapa menjadi destinasi yang menarik bagi para wisatawan yang ingin merasakan pesona kehidupan desa tradisional di Pulau Bali.***

(Alif Agusta)

Rekomendasi