Desa Tertua di Banyuwangi, Eks Pemukiman Mewah Belanda di Ketinggian 600 Mdpl Lereng Gunung Merapi

inNalar.com – Tersembunyi di lereng Gunung Merapi setinggi 600 meter di atas permukaan laut (Mdpl), ada sebuah desa tertua, letaknya di Banyuwangi, Jawa Timur.

Disebut sebagai desa tertua karena pemukiman yang kini memelosok di tengah lereng hutan  Gunung Merapi ini ternyata sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Bahkan disebut-sebut area kampungnya ini dahulu merupakan bekas lingkungan pemukiman mewah para menir Belanda.

Baca Juga: KABAR GEMBIRA! Cicilan Utang Pensiunan PNS Bakal Dihapus, Berlaku Mulai Juli 2025, Sampai Jadi Nol?

Barangkali sebagian dari Anda mulai bertanya-tanya, dimana kah lereng Merapi yang dimaksudkan di sini?

Jadi, lereng Merapi yang dimaksudkan di sini adalah gunung di Jawa Timur, tepatnya berada di sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi.

Di sinilah kampung bernama Kaliklatak bersemayam. Tersingkap sisa sejarah yang hampir tidak pernah disorot publik.

Baca Juga: Kabupaten di Ujung Jawa Timur Ini Dinobatkan Jadi Daerah Paling Tertinggal 2025, Padahal Bukan Daerah Terpencil

Tidak heran, area pemukimannya memang terpencil di sebelah timur kawah ijen. Untuk bisa sampai di sana, kita perlu melewati jalan bebatuan menanjak yang membelah hutan Kalipuro.

Sebagaimana diinformasikan dari YouTube Sultoni Irsyah, daerah tersebut memang menjadi bagian dari kawasan terlarang untuk didaki.

Itulah mengapa desa tertua di Banyuwangi ini tidak banyak dibahas oleh khalayak. Fakta mengejutkannya, tahukah bahwa kita akan disambut dengan rumah-rumah kolonial klasik.

Baca Juga: UPDATE TERBARU, Tak Perlu Seleksi CAT Honorer R4 Bisa Langsung Diangkat Jadi PPPK Lewat Jalur Khusus Mulai Juli 2025

Kita akan disambut dengan gapura tua bertuliskan 17 April 1973. Temuan ini senada dengan adanya perkebunan tertua di Indonesia yang berkembang di desa Kaliklatak tersebut, melansir informasinya dari Disbudpar Provinsi Jawa Timur.

Keberadaan bangunan rumah kolonial di desa tertua Banyuwangi ini semakin menguatkan fakta sejarah bahwa daerah yang dipenuhi oleh rempah bernilai ekonomi ini dahulu sempat berada di bawah pengelolaan Belanda.

Setelah itu, memasuki tahun 1973, pengelolaannya sudah diwariskan kepada pribumi seiring dengan telah merdekanya Indonesia pada waktu itu.

Sedikit informasi mengenai perkebunan tertua yang ada di Desa Kaliklatak Banyuwangi, rempah yang dijadikan sumber penghidupan warganya mencakup cengkeh, kopi, vanili, lada, dan lain-lain.

Keberadaan kekayaan alam inilah yang dahulu membuat kolonialis berbondong-bondong membuat pemukiman yang kini fisik rumah kolonialnya masih dapat dilihat oleh masyarakat zaman sekarang.

Cukup mengejutkan, desa tertua di Banyuwangi ini masih menyisakan tinggalan kesejarahan Indonesia yang menggambarkan masa penjajahan dulu.

Baca Juga: MOHON MAAF, Anda Tidak Bisa Mencairkan BSU BPJS Ketenagakerjaan Tahap 2 Rp600.000 Karena Tergolong Kategori Berikut

Padahal kini, akses desanya cukup sulit hingga membuat orang tidak menyangka akan keberadaan warisan sejarah tersebut.***

REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]