

inNalar.com – Berada di ketinggi an 3.150 meter diatas permukaan laut (mdpl), desa ini tak hanya tertinggi di Jawa Tengah, tapi juga di Indonesia.
Ialah Desa Hargo Dalem, meski lokasinya tak persis tepat di Kabupaten Karanganyar.
Sebab, desa ini terletak di kawasan Gunung Lawu yang mana berada di antara tiga kabupaten yaitu Karanganyar, Ngawi dan Magetan dan dua provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Baca Juga: Saingi Ibu Kota Negara, Surabaya Raih Predikat Daerah Paling ‘Fancy’ di Jawa Timur
Desa tertinggi ini hanya berjarak satu lemparan batu dari puncak Gunung Lawu yang berada pada 3.265 mdpl.
Sebenarnya, secara administratif desa ini ini tak tercatat masuk di kabupaten manapun, bahkan di Badan Pusat Statistik Jawa Tengah.
Namun kebanyakan masyarakat terutama pendaki menyebutnya sebuah desa.
Hargo Dalem sendiri dulunya merupakan tempat pamoksan atau bertapa bagi Prabu Brawijiaya V.
Sebagai informasi, Hargo Dalem merupakan salah satu dari tiga puncak yang ada di Gunung Lawu.
Puncak yang lainnya adalah Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah.
Baca Juga: 5 Kota di Jawa Timur dengan Hotel Paling Sepi Pengunjung, Penyebabnya Gara-gara Angker?
Satu nama yang tidak dapat dipisahkan dari Hargo Dalem adalah Mbok Yem, yang memiliki warung di desa tertinggi tersebut.
Singgah di warung Mbok Yem seolah sudah menjadi sebuah hal wajib bagi para pendaki di Gunung Lawu.
Selain warung Mbok Yem ada juga tiga warung lain yang biasa menjadi alternatif bagi para pendaki untuk bermalam saat tidak membawa tenda.
Baca Juga: Bandung Jadi Kota Termahal di Jawa Barat? Biaya Hidup Buat Makan di Daerah Ini Lebih Mahal Lho!
Tak sedikit juga para pendaki singgah di salah satu warung tersebut untuk mengisi perut saat tak membawa cukup bekal logistik dari bawah.
Di depan warung Mbok Yem terdapat hamparan tanah luas dan datar yang bisa menampung setidaknya 10 tenda dengan kapasitas masing-masing 4 orang dewasa.
Hargo Dalem menjadi tempat ideal untuk mendirikan tenda karena anginnya tidak terlalu kencang dan pemandangan matahari terbit siap menyambut di pagi hari.
Bahkan, jika pendaki sedang beruntung bisa melihat beberapa kijang liar yang memang bermukim di puncak Gunung Lawu.
Tak jauh dari sekitar warung Mbok Yem, terdapat lubang pada tanah atau masayarakat setempat menyebutnya bedeng.
Baca Juga: Ironis, Daerah di Banten Ini Berlimpah Kawasan Industri Tapi Pegang Rekor Pengangguran Tertinggi
Bedeng tersebut merupakan tujuan bagi para pendaki yang berniat melakukan ritual di Gunung Lawu dan tidak membawa tenda.
Terdapat 6 bedeng di lokasi tersebut dengan ukuran 6×8 meter yang diperkirakan mampu menampung hingga 20 orang sekaligus.
Masih berlokasi di Hargo desa Hargo Dalem, kurang lebih berjarak 100 meter dari warng Mbok Yem terdapat petilasan Prabu Barwijaya yang juga menjadi tujuan bagi pendaki ritual.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi