

inNalar.com – Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak desa.
Desa-desa di Jawa Tengah memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Desa-desa ini memiliki sektor industri dan usaha mikro yang berkembang pesat, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal maupun internasional.
Baca Juga: ‘Machu Picchu’ di NTT Ini Punya Rumah Unik Mirip Tumpeng, Ternyata Begini Asal Usulnya
Juga potensi wisata yang unik dan menarik juga menjadi salah satu faktor kekayaan desa tersebut, menarik banyak wisatawan untuk berkunjung.
Berikut adalah 3 desa terkaya di Jawa Tengah berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022:
1. Desa Kasongan, Bantul
Desa Kasongan adalah desa yang terletak di Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Desa Kasongan terkenal dengan kerajinan gerabahnya dan menjadi salah satu desa terkaya di Yogyakarta maupun Jawa Tengah.
Baca Juga: Padahal Kekayaan Alam Melimpah, Daerah di Kalimantan Timur Ini Masih Memiliki Banyak Penduduk Miskin
Gerabah Kasongan telah dikenal sejak zaman Kerajaan Mataram Kuno. Pada saat itu, gerabah Kasongan digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti untuk memasak, menyimpan air, dan untuk perhiasan.
Seiring dengan perkembangan zaman, kerajinan gerabah Kasongan mengalami banyak perubahan. Bahan baku yang digunakan tidak lagi hanya tanah liat, tetapi juga dikombinasikan dengan bahan lain, seperti kaca, logam, dan plastik. Motif yang dibuat juga lebih beragam, mulai dari motif tradisional hingga motif modern.
Kerajinan gerabah Kasongan telah menjadi salah satu ikon pariwisata Yogyakarta. Setiap tahun, banyak wisatawan yang datang ke Desa Kasongan untuk melihat proses pembuatan gerabah dan untuk membeli gerabah.
Baca Juga: Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan Ini Punya Kampung Unik yang Sudah Berdiri Sejak Abad ke-16
Gerabah Kasongan juga telah diekspor ke berbagai negara di dunia, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.
Gerabah Kasongan telah menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat desa. Gerabah Kasongan juga telah menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan masyarakat desa.
Desa Kasongan merupakan salah satu desa yang telah berhasil memanfaatkan potensi kerajinan gerabahnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Desa Kasongan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia untuk mengembangkan potensi kerajinan tangan dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
2. Desa Bendar, Pati
Desa Bendar adalah desa yang terletak di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Desa Bendar terkenal dengan industri perikanannya dan menjadi desa terkaya di Kabupaten Pati.
Desa Bendar memiliki luas wilayah 1.470 hektar dan berpenduduk 3.606 orang (2010). Desa Bendar merupakan desa wisata yang terkenal dengan kerajinan gerabahnya.
Desa Bendar memiliki potensi perikanan yang besar. Desa ini memiliki banyak sungai dan waduk yang menjadi habitat ikan.
Masyarakat Desa Bendar sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Mereka menangkap ikan di sungai dan waduk. Ikan yang ditangkap kemudian dijual ke pasar tradisional dan supermarket.
Desa Bendar juga merupakan salah satu desa yang memiliki potensi pertanian yang besar. Masyarakat Desa Bendar sebagian besar berprofesi sebagai petani. Mereka menanam padi, jagung, sayur-sayuran, dan buah-buahan.
Desa Bendar merupakan salah satu desa yang telah berhasil memanfaatkan potensi perikanan dan pertaniannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Desa ini telah menjadi salah satu tujuan wisata yang populer di Pati. Desa ini juga telah menjadi salah satu desa yang mandiri dan makmur.
3. Desa Ponggok, Klaten
Desa ini bertempat di Kecamatan Polanharjo tepatnya di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Desa Ponggok terkenal dengan wisata telaganya, yaitu Telaga Tirtoarum dan desa ini menjadi desa terkaya di Kabupaten Klaten.
Telaga Tirtoarum merupakan telaga buatan yang dibangun pada tahun 1976. Telaga ini memiliki luas sekitar 10 hektar dan kedalaman sekitar 10 meter.
Telaga Tirtoarum merupakan salah satu tujuan wisata yang populer di Klaten. Setiap tahun, banyak wisatawan yang datang ke Desa Ponggok untuk menikmati keindahan telaga dan untuk melakukan berbagai aktivitas air, seperti memancing, berenang, dan berkeliling telaga dengan perahu.
Masyarakat Desa Ponggok sebagian besar berprofesi sebagai petani. Mereka menanam padi, jagung, sayur-sayuran, dan buah-buahan.
Desa Ponggok merupakan salah satu desa yang telah berhasil memanfaatkan potensi wisata dan pertaniannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Desa Ponggok dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia untuk mengembangkan potensi wisata dan pertaniannya dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.***
(Alif Agusta)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi