

inNalar.com – Desa Kutuh yang berlokasi di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, merupakan salah satu desa miliader yang ada di Indonesia.
Diketahui, dulunya desa ini sangatlah kekurangan. Namun mereka berhasil mengelola dan mengubah desa mereka menjadi tempat wisata populer.
Hasilnya sendiri membuat pendapatan di desa ini sampai ke angka 50 milliar, dengan laba bersih 14,5 milliar Rupiah berkat sektor pariwisatanya.
Baca Juga: Padahal di Jawa Barat, Tapi Penduduk di Desa Ini Malah Lancar Bahasa Jawa, Kok Bisa?
Berkat pengelolaan yang baik dan rata, tidak heran bila Desa Kutuh dinobatkan sebagai desa terkaya di Indonesia.
Sektor wisata yang disediakan pun bermacam-macam, mulai dari Gunung Payung Cultural Park, Pantai Pendawa, hingga Seni Budaya Kecak.
Pemerintahan Desa Kutuh juga berencana untuk membangun stadion sepak bola berskala internasional, di mana diharapkan dapat meraup penghasilan sekitar 125 miliar Rupiah.
Baca Juga: Bikin Penasaran! Yuk Intip Masjid Termegah di Jawa Barat yang Telan Biaya Fantastis Hingga 1 Triliun
Keberagaman wisata yang ditawarkan serta lingkungan asri dan penduduknya yang masih menjaga budaya asli membuat desa ini menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun luar negeri.
Selain itu, desa ini juga sempat mengambil gelar juara 1 nasional pada lomba antar desa yang diselenggarakan di dua pulau, yaitu Jawa dan Bali.
Tentunya kesuksesan ini tidak lepas dari peran kepala desa mereka. Diketahui, pemimpin desa di sini berasal dari kalangan dosen hingga pejabat yang berpengalaman di dunia pemerintahan.
Keunikan lain yang dimiliki oleh desa ini adalah memiliki dua pemimpin, yaitu bende desa dan kepala desa, di mana mereka memiliki tugas berbeda.
Bende desa bertanggung jawab untuk mengatur desa dengan cara berinteraksi langsung ke penduduknya, sedangkan kepala desa bertanggung jawab dalam kegiatan administrasi desa.
Sistem dua pemimpin ini menginspirasi desa-desa lain di Bali untuk mengadopsinya, di mana membuahkan hasil yang cukup signifikan terhadap kemakmuran penduduk mereka.
Saat ini, pengunjung yang berwisata ke desa ini diperkirakan sampai 3 ribu orang per hari. Hal yang tidak disangka mengingat desa ini dulunya termasuk desa paling miskin di Pulau Dewata itu.
Selain itu, Desa Kutuh juga memiliki penduduk sebanyak 4 ribu jiwa, dan diperkirakan akan terus bertambah seiring tahun berganti.
Kesuksesan yang berhasil diraih oleh Desa Kutuh di Bali ini dapat menjadi contoh bagi desa lain di Indonesia, terutama daerah yang masih belum bisa mengatasi kemiskinan mereka.***