Desa Ciptagelar di Jawa Barat Ini Kental dengan Tradisi Selama Lebih Dari 600 Tahun, Bisa Jadi Tempat Edukasi

inNalar.com – Jawa Barat adalah provinsi yang luas dan memiliki banyak desa yang indah dan bersih.

Banyak desa di Jawa Barat yang aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan berbagai program kebersihan.

Salah satunya adalah Desa Ciptagelar yang berlokasi di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia.

Baca Juga: Jadikan Jawa Timur Mirip Raja Ampat, Wisata Pantai di Malang Ini Suguhkan Keindahan Pulau Karang

Desa ini terkenal karena praktik-praktik tradisionalnya yang kuat dalam melestarikan budaya Sunda dan alam sekitar.

Salah satu hal yang membuat Desa Ciptagelar menarik adalah kesetiaannya terhadap tradisi nenek moyang dan cara hidup alam.

Masyarakat Desa Ciptagelar ini masih memegang teguh adat dan kearifan lokal dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: 7 Fakta Unik Tanjung Perak, Pelabuhan Tersibuk Kedua di Indonesia yang Termasuk Ikon Kota Surabaya

Masyarakat Desa Ciptagelar juga sangat menjaga kebersihan lingkungan dan menjalankan sistem pengelolaan sampah yang baik.

Di Desa Ciptagelar, Anda dapat melihat rumah-rumah tradisional Sunda yang terbuat dari bambu dan bahan alami lainnya.

Selain itu, desa ini memiliki potensi wisata alam yang menarik, seperti pemandangan pegunungan dan air terjun.

Baca Juga: Fakta Menarik Dibalik Kesegaran Air Wisata Pemandian Banyu Biru Pasuruan, Wisatawan Patut Waspada!

Hingga saat ini Desa Ciptagelar masih memegang kuat adat, tradisi, maupun budaya yang sudah dilestarikan masyarakat desa ini selama 640 tahun.

Desa Ciptagelar dipimpin oleh seorang sesepuh yang dijuluki “Abah” yang diangkat berdasarkan silsilah keturunan.

Hingga kini sesepuh atau tetua Desa Ciptagelar dipimpin oleh Abah yang ke-9 sejak pertama kali di tahun 1368.

Pada tahun 1960 an Desa Ciptagelar ini diberi nama Kasepuhan Ciptagelar, Kasepuhan sendiri bermakna kesatuan.

Setiap tahunnya Desa Ciptagelar melaksanakan ritual adat yang bernama Seren Taun, ritual ini adalah upaya berterimakasih kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah.

Pada saat ritual Seren Taun yang diadakan setahun sekali inilah banyak wisatawan lokal maupun mancanegara berkumpul untuk melihat upacara ritual tersebut di Desa Ciptagelar.***

(Alif Agusta)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]