

inNalar.com – Sejauh pengamatan dr Zaidul Akbar, pada dasarnya tidak ada periwayatan khusus yang menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam rutin olahraga setiap hari.
Hanya saja, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjelaskan dalam salah satu haditsnya bahwa ada beberapa jenis olahraga yang disarankan untuk dilakukan oleh kita, kata dr Zaidul Akbar.
dr Zaidul Akbar menerangkan bahwa salah satu bentuk olahraga yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah berlari sprint.
Olahraga lari ini pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan, Nabi pun pernah melakukan lomba lari bersama ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, kata dr Zaidul Akbar.
Diketahui bahwa beberapa kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan olahraga sekaligus lomba lari bersama ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Menurutnya, aktivitas fisik seperti lari ini bisa menjadi salah satu jenis aktivitas fisik yang paling mudah dijangkau oleh siapapun.
Selain itu, juga ada olahraga yang bisa dijadikan referensi bagi kita, terutama umat muslim, yaitu berkuda, memanah, dan berenang, kata dr Zaidul Akbar.
dr Zaidul Akbar menyarankan agar kita bisa cukup memilih jenis aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuan kita.
Adapun mengenai intensitas olahraga apakah harus setiap hari atau tidak, menurutnya, cukup dilakukan semampunya tetapi rutin.
Baca Juga: Golkar Incar 20 Persen Kursi DPR di Pemilu 2024, Begini Target Khusus dari Airlangga Hartarto
Pasalnya, menurut dr Zaidul Akbar, olahraga merupakan aktivitas fisik yang menyehatkan, tetapi sejatinya sifat dari kegiatan ini ialah mubah atau boleh-boleh saja.
Menjaga rutinitas berolahraga juga jangan diabaikan, kata dr Zaidul Akbar, karena aktivitas fisik seperti ini bisa membantu kita bisa lebih mudah melakukan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
“Olahraga apapun silakan saja kerjakan, asal tidak melanggar syari’at,” ujar dr Zaidul Akbar.
Bentuk aktivitas fisik yang melanggar syari’at, menurutnya, adalah ketika seorang muslim datang ke sebuah gym yang di dalamnya terdapat campur baur antara pria dan wanita.
Adapun jika gym yang didatanginya dipisah antara pria dan wanita, maka hal tersebut tidak mengapa bagi kita untuk berolahraga di sana, kata dr Zaidul Akbar.
Kemudian, dr Zaidul Akbar memberikan tips bagi kita dalam memilih olahraga yang mudah dilakukan siapapun selain yang telah disebutkan di atas, yaitu olahraga yang cukup menggunakan berat badan sebagai tumpuannya.
Aktivitas fisik yang dimaksud ialah seperti push up, sit up, dan lain-lain.
Pasalnya, olahraga semacam itu bisa membantu menguatkan kebugaran fisik kita, namun sederhana untuk dilakukan.***