

inNalar.com – Kepulauan Talaud berada di wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Luas wilayahnya mencapai 1.251 km2.
Rupanya Kepulauan Talaud memiliki beberapa fakta unik yang cukup mencengangkan. Pasalnya, sebutan surga tersembunyi bagi wilayah ini rupanya tak hanya sekadar tertuju pada keindahan alamnya dan wisata menakjubkannya.
Kepulauan Talaud juga menyimpan sejumlah fakta unik yang menjadi kekuatan tak terduga bagi kemajuan daerahnya baik di tingkat provinsi Sulawesi Utara, maupun tingkat nasional.
Berikut ini beberapa fakta unik seputar Kepulauan Talaud yang merupakan bagian dari wilayah terujung Sulawesi Utara.
1. Punya Beberapa Julukan
Kepulauan Talaud memiliki dua julukan yang paling sering disematkan pada wilayah ini.
Pertama, istilah ‘Taloda’ yang bermakna orang laut. Agaknya julukan ini dikarenakan mayoritas penduduk Kepulauan Talaud berprofesi sebagai nelayan. Adapun hanya sebagian kecil saja yang bertani.
Kedua, Kepulauan Talaud juga disebut sebagai Porodisa yang berasal dari bahasa Spanyol, yakni Paradise atau surga.
Dikisahkan bahwa ada pendatang dari Portugis saat tiba di Kepulauan Talaud, mereka menyebut pulau di Sulawesi Utara ini dengan istilah ‘Porodisa’, karena sangat kagum dengan potensi dan keindahan alamnya.
2. Kepulauan Talaud Terbentuk Karena Adanya Pergeseran Lempeng
Dilansir dari laman NOAA, Kepulauan Talaud terbentuk dari patahan yang saling bertubrukan.
Adapun kedua patahan yang saling berinteraksi tersebut ialah lempeng Halmahera dan Lempeng Sangihe.
Digambarkan bahwa saat patahan di dasar laut saling bertubrukan, dasar Laut Maluku kemudian menekuk hingga muncul di atas permukaan laut.
Hingga akhirnya terbentuklah Kepulaua Talaud dan beberapa kepulauan lainnya.
3. Kabupaten Kepulauan Talaud Terdiri Dari Pulau Eksotis
Kab Kepulauan Talaud terdiri dari Pulau karakelang, Pulau Miangas, Pulau Kabaruan, Pulau Salibabu, Pulau Marampit, Pulau Karatung, dan masih banyak pulau lainnya.
Uniknya, sebagian pulau yang masuk ke dalam wilayah kepulauan Talaud juga ada yang tidak berpenghuni.
Tumpuan akses antar pulau paling banyak menggunakan jalur laut. Oleh karena itu, keberadaan pelabuhan di setiap pulau menjadi poros utama dalam menunjang aktivitas ekonomi kepulauan Talaud.
4. Punya Beragam Dialek
Wilayah geografis Kepulauan Talaud yang terpisah oleh batas lautan, bisa menjadi penyebab mengapa ada beragam dialek tuturan di wilayah ini.
Bahkan, disebutkan bahwa dialek masyarakat Kepulauan Talaud berbeda antara satu desa dengan desa lainnya.
Dalam penerapannya pun juga memiliki varian tingkatan bahasa dari yang bahasa halus, menengah, hingga kasar.
Namun, rata-rata keseharian masyarakat kepulauan Talaud menggunakan bahasa Melayu Manado.
5. Punya Komoditi Unggulan Yang Dijadikan Bahan Baku Uang
Dilansir dari laman PPID Badan Nasional Pengelola Perbatasan, rumpanya Kab Kepulauan Talaud ini memiliki potensi hasil tani yang mendunia.
Siapa sangka, sebagian besar kehidupan penopang perekonomian Kepulauan Talaud berasal dari sektor perikanan dan pariwisata.
Ternyata, sektor pertanian di Kepulauan Talaud pun sangat bisa diandalkan untuk memajukan perekonomian wilayah di Sulawesi Utara tersebut.
Produk unggulan hasil tani masyarakat Kepulauan Talaud ini ialah serat pisang abaka.
Serat pisang abaka merupakan bahan baku utama pembuatan uang dollar Amerika dan uang Yen Jepang.
Terbukti dari adanya catatan ekspor serat pisang abaka pada Juli 2020 ke Jepang sebanyak 6 ton.
Kualitasnya bahan baku utama uang ini tak kalah dengan negara tetangga Filipina. Pasalnya, kertas yang dibuat dari serat pisang abaka ini tahan sobek, dan sulit untuk dipalsukan jika sudah berupa kertas.
Itulah 5 fakta unik mencengangkan Kepulauan Talaud yang belum banyak yang mengetahuinya.***