Deolipa Yumara Marah Besar Saat Kak Seto Upayakan Bela Anak Ferdy Sambo, Ternyata ini Penjelasan Deolipa

inNalar.com – Seto Mulyadi atau biasa disebut Kak Seto mendapatkan kritikan karena melindungi anak Ferdy Sambo.

Diketahui, bahwa Kak Seto selalu menupayakan segala cara untuk melakukan perlindungannya kepada anak-anak Ferdy Sambo.

Sehingga diketahui Kak Seto mendapat cacian dan hujatan dari masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Persija Jakarta vs Bhayangkara FC Hari Ini, Saatnya Macan Kemayoran Konsisten

Dalam suatu kesempatan Kak Seto menegaskan tentang perlakuannya untuk melindungi anak-anak Ferdy Sambo.

“Itu resiko pengabdian kami pada perlindungan anak, jadi kami dan kawan-kawan tetap tegar,” jelasnya.

Sehingga pada suatu kesempatan, bekas pengacara Bharada E yaitu Deolipa Yumara buka suara.

Baca Juga: Link Live Streaming Persija Jakarta vs Bhayangkara FC di BRI Liga 1 2022, Akses Secara Online

Menurut Deolipa Yumara, seharusnya Kak Seto belajar lebih banyak lagi mengenai psikologi, bukan hanya psikologi anak.

Sehingga Deolipa meminta Kak Seto untuk berpikir bukan hanya memberikan Klarifikasi.

“Bodoh itu. Seorang psikolog harus menguasai seluruh ilmu psikologi secara general, makro ataupun mikro,” jelas Deolipa.

Baca Juga: Link Live Streaming Persija Jakarta vs Bhayangkara FC di BRI Liga 1 2022, Akses Secara Online

“Nggak boleh dia main di mikro doang. Goblok itu,” lanjutnya pada suatu penjelasannya.

Sehingga Deolipa menekankan kepada Kak Seto yang kebal dengan hinaan dan sadar, jika Kak Seto harus koreksi diri.

“Kalau saya dihina, saya koreksi diri. Kalau ini kan, ‘saya kebal dihina-hina’,” jelas Deolipa.

Baca Juga: Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Berlaku Mulai 3 September 2022: Ada Harga Pertamax, Pertalite Hingga Solar

Hal tersebut dikonfirmasi Deolipa melalui kanal YouTube Uya Kuya pada Jumat, 2 September 2022.

Yaitu menjelaskan perlindungan yang dilakukan Kak Seto kepada anak-anak Ferdy Sambo.

Sehingga memunculkan perdebatan di masyarakat Indonesia yang rata-rata tidak setuju dengan pendapat Kak Seto.***

Rekomendasi