

inNalar.com – Kota Palembang merupakan salah satu kota sekaligus pusat pemerintahan Provinsi di Sumatera Selatan.
Menjadi pusat pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan, Kota Palembang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi.
Selain itu, mobilitas penduduk di kota ini juga cenderung tinggi yang bisa menyebabkan penumpukan kendaraan dan berujung macet.
Maka dari itu, pemerintah Kota Palembang beserta pemerintah provinsi Sulsel berencacan untuk merealisasikan pembangunan Jalan Lingkar Timur.
Pembangunan jalan Lingkar Timur di Palembang ini dimulai sejak tahun 2021.
Kini, jalan lingkar timur di Palembang ini telah beroperasi.
Jalan lingkar timur dibangun dari Sako baru hingga mato merah.
Jalan ini membentang sepanjang 28,47 kilometer membelah Kota Palembang.
Jalan ini dibangun di jalur yang baru dan tidak terkenal lahan atau bangunan warga.
Dengan adanya ruas jalan lingkar timur, maka kendaraan-kendaraan bernotase yang melintas dari jalan Soekarno Hatta langsung menuju ke Noerdin Panji, kemudian ke Jalan Lingkar Timur hingga ke pelabuhan.
Jadi kendaraan bernotase tidak lagi masuk ke dalam kota yang bisa menyebabkan penumpukan kendaraan.
Mengingat banyak keluhan jalan rusak dan sering terjadinya kecelakaan yang ditimbulkan dari banyaknya kendaraan bernotase melewati kota.
Bisa dibilang keberadaan infrastruktur ini bisa mengurai kemacetan di palembang.
Selain itu, akses Jalan Lingkar Timur juga dapat memperlancar kegiatan ekonomi di ibu kota Provinsi Sumatra Selatan ini.
Maka dari itu, pemerintah kota Palembang mengusahakan pembangunan jalan ini untuk menjawab permasalahan kendaraan besar yang melintasi jalan kota.***