Demi Sejahterakan Rakyat, Pemkot Bekasi Kini Terapkan Manajemen Sanitasi Dan Air Bersih


inNalar.com
– Pemerintah kota Bekasi resmi menerapkan manajemen air bersih dan sanitasi untuk warga.

Manajemen air bersih dan sanitasi memang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Kebersihan dan sanitasi menjadi salah satu indikator indeks kesehatan masyarakat di suatu wilayah.

Baca Juga: Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Idul Adha 2023, Berjamaah Hingga Sendiri

Untuk itu, Pemerintah kota Bekasi menerapkan sistem manajemen air bersih dan sanitasi dengan cara ini.

Manajemen air bersih yang pertama merupakan kerjasama antara Pemkot Bekasi bersama PDAM Tirta Baghasasi dan PT. PP Tirta Tanah Merah.

Pelaksanaannya berupa pemancangan tiang pertama SPAM Tanah Merah di desa Karang Sambung.

Baca Juga: Wow! Diet Gula Dapat Atasi dan Cegah Kulit Keriput Akibat Penuaan Dini, Fakta atau Mitos?

 Kemudian pemerintah kota Bekasi melakukan penambahan sambungan langsung air bersih.

Penambahan sambungan air bersih tersebut dilaksakan pada periode Mei – Juli di beberapa daerah.

Sebanyak 1.475 sembungan langganan (SL) telah dan akan dipasang mengikuti periode tersebut.

Baca Juga: Diet Bisa Makan Apa Saja, Ini Dia Tips Diet Yang Baik Untuk Pasien Diabetes Melitus

Lantas untuk melaksanakan manajemen Sanitasi,  Pemkot Bekasi telah menyelesaikan programnya mencapai 100 persen.

Program tersebut yaitu membangun sistem pengolahan air limbah domestik setempat (SPALD-S)

Sistem SPALD-S  ditujukan sebanyak 346 penerima manfaat yang kini telah rampung diselesaikan.

Diharapkan dengan adanya manajemen air bersih dan sanitasi yang dicanangkan oleh pemerintah kota Bekasi, indeks kesehatan maupun kebersihan di wilayah Bekasi dapat meningkat.

Indeks kesehatan dan kebersihan yang tinggi akan mendorong produktivitas masyarakat di suatu wilayah.

Dimulai dari manajemen air bersih dan Sanitasi yang baik akan berdampak baik pada kehidupan masyarakat Bekasi. *** (Rifqi Putra Kurnia Haq)

Rekomendasi