

inNalar.com – Nasib Air Terjun Kedung Kandang di Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul kini telah tergantikan oleh jembatan dan jalan baru yang menghubungkan Sleman dan Gunungkidul.
Diketahui, proyek pembangunan jalan tembus Sleman dan Gunungkidul sepanjang 28 km kini telah memasuki babak akhir.
Salah satu yang pernah menuai kritikan banyak pihak atas pembangunan jalan tersebut adalah dilenyapkannya Air Terjun Kedungkandang.
Baca Juga: Konflik Israel-Hamas Tewaskan 13.000 Jiwa, Kini Lebih dari 100 Pengungsi Gaza Akan Tiba di Turki
Tak sedikit pihak yang mengecam atas penggempuran objek wisata tersebut demi mulusnya proyek jalan alternatif dari Prambanan ke Gunungkidul.
Pasalnya, Air Terjun Kedungkandang merupakan objek wisata yang sangat indah dan cukup menyedot wisatawan.
Namun, pemandangan terkini di kawasan yang semula merupakan objek wisata air terjun Kedungkandang, kini telah disulap menjadi jembatan dan saluran air.
Baca Juga: Pulang Kampung ke Madura, Mahfud MD Berikan Pesan Penting Jelang Pilpres 2024
Keadaan terkini bekas lokasi air terjun yang pernah viral itu saat ini benar-benar sudah lenyap.
Aliran alami Kedungkandang yang elok itu saat ini telah dibuatkan saluran air baru guna pembuatan jembatan sepanjang kurang lebih 200 meter.
Jembatan dan saluran beton tersebut benar-benar mengubah wajah Air Terjun Kedungkandang yang dahulu hijau segar.
Bekas air terjun tersebut saat ini berada tepat di sudut bawah jembatan dan telah sepenuhnya tergantikan oleh saluran buatan yang masih kering.
Ruas tersebut adalah satu dari 4 ruas yang ada di jalan tembus Sleman – Gunungkidul.
Pembangunan ruas tersebut akan segera selesai dan menyisakan penyempurnaan di beberapa titik.
Apabila ruas ruas Tawang – Ngalang tuntas pada akhir tahun 2023 ini, maka jalan tembus Sleman – Gunungkidul tinggal menyisakan ruas Prambanan-Gayamharjo.
Pembangunan jalan alternatif Sleman – Gunungkidul dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Dinas PUP-ESDM DIY.
Anggaran proyek yang telah berjalan sejak 2017 itu cukup fantastis. Bersumber dari APBN dan Dana Keistimewaan (Danais), dananya ditaksir mencapai Rp500 miliar, dikutip dari PUPR.
Sepanjang jalan tembus tersebut, nantinya digadang-gadang akan ada banyak pemandangan alam indah dengan medan yang lebih nyaman.
Pasalnya, jalan tembus melewati kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran dengan pemandangan bebatuan vulkaniknya yang memukau.
Pembangunan jalan tembus sepanjang 28 km itu diperkirakan selesai sepenuhnya pada akhir 2024.
Jalur tersebut akan menggantikan jalur lama Prambanan-Gunungkidul yang melewati Patuk dengan medan curam serta rawan macet dan kecelakaan. ***