

inNalar.com – Pabrik sirup di Sulawesi Selatan ini tetap menjaga kualitas produknya hingga sekarang, bahkan pabrik tersebut sudah berdiri sejak puluhan tahun, dan memiliki luas lahan 15 hektar.
Olahan sirup yang berbahan dasar buah ini diproduksi oleh pabrik CV. Karya Kita yang letaknya berada di ibukota Sulawesi Selatan yaitu Makassar, lahan perkebunannya ada di Malakaji.
Diketahui bahwa pabrik tersebut membuat olahan markisa yang digunakan sebagai sirup dan dijual belikan sebagai oleh-oleh khas Makassar Sulawesi Selatan ketika mengunjungi daerah tersebut.
Bahkan tidak akan lengkap jika mengunjungi destinasi wisata ketika berlibur tidak membeli oleh-oleh berupa makanan maupun minuman yang berada di daerah tersebut, bahkan disebut sebagai legend.
Pendirian pabrik sejak tahun 1953 tersebut awalnya memproduksi sirup dan juga limun, bahkan perusahan tersebut dikelola secara turun temurun sehingga kualitas dan juga cita rasa yang terjamin.
Diketahui pada tahun 1957 hingga tahun 1958 terdapat persaingan yang ketat antara produksi sirup atau minuman yang berada di Indonesia termasuk daerah Makassar.
Diketahui persaingan tersebut ada ketika masuknya minuman yang berkarbonasi atau minuman yang mengandung soda seperti coca cola, sprite maupun fanta.
Karena pada saat itu pabrik produksi sirup markisa yang ada di Makassar Sulawesi Selatan tersebut masih kecil, sehingga pada tahun 1961 pabrik tersebut melakukan sebuah inovasi yaitu antara sirup dan juga jus.
Tentunya sirup dan juga jus memiliki karakter yang berbeda, jika sirup maka minuman tersebut mengandung banyak gula, sedangkan jus gula tidak dimasak secara langsung dengan buah markisa.
Rasa yang yang dihasilkan dalam produksi jus tentunya juga berbeda, tentunya jus memiliki rasa segar sedangkan untuk sirup memiliki ras yang cenderung manis.
Untuk nama olahan yang diproduksi oleh perusahan tertua yang ada di Sulawesi Selatan tersebut adalah Markisa Bola Dunia, dari adanya persaingan antar minuman lemon membuat pabrik tersebut memutar otak.
Dulu produksi dari pabrik tersebut berbentuk bubuk sehingga harus mencampurkan dengan air terlebih dahulu, sedangkan sekarang sirup tersebut sudah bercampur dengan air.
Serta dikemas dalam bentuk botol, tentunya penjualan juga semakin modern seiring berkembangnya zaman dan teknologi.
Untuk mencicipi sebuah produk olahan dari buah markisa tersebut tidak perlu pergi ke makassar, bisa membeli melalui online aplikasi hijauan maupun orange tersedia disana.
Bahkan omset yang didapatkan juga tidak main-main mulai dari 1 miliar hingga 2 miliar setiap bulannya, saat bulan suci ramadhan omset akan meningkat karena banyaknya konsumen yang menginginkan sirup markisa tersebut.***