Deal Kontrak Rp1,65 Triliun, Perusahaan Sawit Terbesar di Kalimantan Selatan Ini Pasok Biodiesel ke Pertamina Patra Niaga Sepanjang 2024

inNalar.com – Perusahaan sawit yang berbasis di Kalimantan Selatan, PT Jhonlin Agro Raya, berhasil meraih kontrak baru denga PT Pertamina Patra Niaga.

Teken kontrak di antara keduanya ini terkait dengan pengadaan pasokan biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) untuk sepanjang tahun ini.

Perjanjian itu diumumkan oleh pihak perseroan melalui keterbukaan informasi yang diumumkan oleh emiten berkode JARR pada Kamis, 11 Januari 2024.

Baca Juga: 89 Km dari Pontianak, Pulau Berpasir Putih di Kalimantan Barat Ini Tawarkan Berbagai Fasilitas Wisata, Bikin Pengunjung Enggan Pulang!

Dari perjanjian tersebut, Itu berarti emiten kelapa sawit ini akan memastikan pasokan produk bahan bakar nabati untuk periode Januari – Desember.

Adapun nilai kontrak yang berhasil diraih JARR diketahui mencapai Rp165 triliun, estimasinya akan bertambah karena belum terhitung PPN.

Kemitraan di antara PT Jhonlin Agro Raya dengan anak usaha Pertamina ini diketahui telah terjalin sejak tahun 2021.

Baca Juga: Habiskan Anggaran Senilai Rp1,5 Triliun, Pembebasan Lahan Guna Bendungan di Aceh Ini yang Belum Berhasil Seluas 206 Ha

Tercatat dalam laporan kinerja keuangan kuartal III tahun 2023 di IDX, JARR telah menyelesaikan kontrak penjualan pada tanggal 18 Januari 2023.

Pasokan biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang telah dipenuhi pihak perseroan diketahui sebanyak 247.227 KL.

Sementara untuk tahun 2021, tercatat dua kali kontrak penjualan dilakukan perseroan dengan perusahaan migas nasional ini.

Baca Juga: Investasi Rp16,27 Triliun, Merdeka Copper Garap Proyek Tembaga Terbesar di Dunia Demi Incar ‘Harta Karun’ Tambang Banyuwangi Jawa Timur

Tercatat pada tanggal 29 September 2021, pasokan yang telah dipenuhi pihaknya selama setahun sebanyak 50.000 KL.

Selanjutnya, kontrak berlanjut pada tanggal 17 Desember 2021 dengan pasokan biodiesel sebanyak 302.998 KL.

Dari kemitraan yang terjalin di antara kedua belah pihak, pendapatan yang menjadi berkah tersendiri bagi emiten Haji Isam ini melambung tinggi.

Baca Juga: Jumlah Laba Bersihnya Turun Rp5,9 Triliun, Besaran Utang PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) Makin Melonjak

Pertamina Patra Niaga pun tercatat menjadi mitra paling menyumbang cuan pada hasil penjualan bahan bakar nabati pada sembilan bulan terakhir 2023.

Lebih rincinya, perusahaan migas ini telah menyumbang cuan perusahaan PT Jhonlin Agro Raya hingga Rp1,7 triliun.

Sesuai dengan porsi banyaknya kontrak yang lebih tinggi di tahun 2022, JARR sempat ketiban rezeki nomplok hingga Rp3,99 triliun.

Baca Juga: Biaya Eksplorasi Rp350,8 M, Merdeka Copper Simpan Potensi 27,4 Juta Ons Emas, Tambang Tercuan Ada di Banyuwangi Jawa Timur, Luas Keruknya…

Sementara di tahun 2021, Pertamina Patra Niaga juga sempat berkontrak dengan perusahaan kelapa sawit ini dengan nilai transaksinya yang mencapai Rp561 miliar.

Tampak dari tahun ke tahun, produksi biodiesel PT Jhonlin Agro Raya mendominasi pendapatan perusahaan sawit ini.

Terbukti dibanding produk tandan buah segar yang hanya sumbang penjualan Rp124 miliar, sedangkan untuk produk andalannya sebesar Rp2,97 triliun.

Baca Juga: Kebagian Rp17,38 M dari Program Dagang Karbon, Desa di Mahakam Ulu Kalimantan Timur Ini Siap Ikut Turunkan Emisi, tapi Tersendat karena…

Meski pendapatan perusahaan menanjak hingga Rp3,09 triliun, ternyata beban pengeluarannya juga menanjak drastis.

Diketahui, beban pokok penjualan JARR per 30 September 2023 mencapai Rp2,93 triliun.

Porsi terberatnya berada di beban penjualan biodiesel yang ikut meroket hingga Rp2,86 triliun.

Baca Juga: Sedot Anggaran APBN 3 Periode, Jawa Timur Punya Pasar Induk Terbesar se-Indonesia di Kota Batu, Ternyata Begini Mewahnya

Alhasil, perusahaan sawit terbesar di Kalimantan Selatan ini hanya meraih laba kotor sebesar Rp164 miliar untuk tahun lalu.

Sebagai informasi tambahan, PT Jhonlin Agro Raya diketahui memiliki lahan perkebunan kelapa sawit yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kota Baru.

Luas lahan garap produktifnya pun mencapai 25.388 hektare per tahun 2024 dengan luas tanamnya diketahui mencapai 18.559 hektare.  ***

 

Rekomendasi