

inNalar.com – Perusahaan sawit yang berbasis di Kalimantan Selatan, PT Jhonlin Agro Raya, berhasil meraih kontrak baru denga PT Pertamina Patra Niaga.
Teken kontrak di antara keduanya ini terkait dengan pengadaan pasokan biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) untuk sepanjang tahun ini.
Perjanjian itu diumumkan oleh pihak perseroan melalui keterbukaan informasi yang diumumkan oleh emiten berkode JARR pada Kamis, 11 Januari 2024.
Dari perjanjian tersebut, Itu berarti emiten kelapa sawit ini akan memastikan pasokan produk bahan bakar nabati untuk periode Januari – Desember.
Adapun nilai kontrak yang berhasil diraih JARR diketahui mencapai Rp165 triliun, estimasinya akan bertambah karena belum terhitung PPN.
Kemitraan di antara PT Jhonlin Agro Raya dengan anak usaha Pertamina ini diketahui telah terjalin sejak tahun 2021.
Tercatat dalam laporan kinerja keuangan kuartal III tahun 2023 di IDX, JARR telah menyelesaikan kontrak penjualan pada tanggal 18 Januari 2023.
Pasokan biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang telah dipenuhi pihak perseroan diketahui sebanyak 247.227 KL.
Sementara untuk tahun 2021, tercatat dua kali kontrak penjualan dilakukan perseroan dengan perusahaan migas nasional ini.
Tercatat pada tanggal 29 September 2021, pasokan yang telah dipenuhi pihaknya selama setahun sebanyak 50.000 KL.
Selanjutnya, kontrak berlanjut pada tanggal 17 Desember 2021 dengan pasokan biodiesel sebanyak 302.998 KL.
Dari kemitraan yang terjalin di antara kedua belah pihak, pendapatan yang menjadi berkah tersendiri bagi emiten Haji Isam ini melambung tinggi.
Pertamina Patra Niaga pun tercatat menjadi mitra paling menyumbang cuan pada hasil penjualan bahan bakar nabati pada sembilan bulan terakhir 2023.
Lebih rincinya, perusahaan migas ini telah menyumbang cuan perusahaan PT Jhonlin Agro Raya hingga Rp1,7 triliun.
Sesuai dengan porsi banyaknya kontrak yang lebih tinggi di tahun 2022, JARR sempat ketiban rezeki nomplok hingga Rp3,99 triliun.
Sementara di tahun 2021, Pertamina Patra Niaga juga sempat berkontrak dengan perusahaan kelapa sawit ini dengan nilai transaksinya yang mencapai Rp561 miliar.
Tampak dari tahun ke tahun, produksi biodiesel PT Jhonlin Agro Raya mendominasi pendapatan perusahaan sawit ini.
Terbukti dibanding produk tandan buah segar yang hanya sumbang penjualan Rp124 miliar, sedangkan untuk produk andalannya sebesar Rp2,97 triliun.
Meski pendapatan perusahaan menanjak hingga Rp3,09 triliun, ternyata beban pengeluarannya juga menanjak drastis.
Diketahui, beban pokok penjualan JARR per 30 September 2023 mencapai Rp2,93 triliun.
Porsi terberatnya berada di beban penjualan biodiesel yang ikut meroket hingga Rp2,86 triliun.
Alhasil, perusahaan sawit terbesar di Kalimantan Selatan ini hanya meraih laba kotor sebesar Rp164 miliar untuk tahun lalu.
Sebagai informasi tambahan, PT Jhonlin Agro Raya diketahui memiliki lahan perkebunan kelapa sawit yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kota Baru.
Luas lahan garap produktifnya pun mencapai 25.388 hektare per tahun 2024 dengan luas tanamnya diketahui mencapai 18.559 hektare. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi